Jembatan Sentong Penghubung Bondowoso-Jember Ditutup Total

Jembatan Sentong penghubung Bondowoso–Jember resmi ditutup total karena ambrol dan retak parah. Ambrolnya jembatan tersebut diduga karena intensitas hujan yang mengguyur wilayah kota Kabupaten Bondowoso, sejak siang hingga malam.

23 Feb 2026 - 19:06
Jembatan Sentong Penghubung Bondowoso-Jember Ditutup Total
Jembatan Sentong yang menjadi jalur penghubung Bondowoso-Jember yang ambrol (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Akses Jembatan Sentong penghubung Bondowoso–Jember resmi ditutup total mulai malam ini, Senin (23/2/2026). Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan dinilai membahayakan setelah sisi barat ambrol dan sisi timur mengalami retakan serius.

Budi Hartono, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jalan dan Jembatan Jember pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, mengatakan, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan segera menggelar rapat koordinasi untuk menentukan skema pengalihan arus lalu lintas.

“Untuk malam ini kami akan mengadakan rapat dengan instansi terkait, baik dari Polres, Dishub Kabupaten, Dishub Provinsi, Bina Marga BSBK, maupun Bina Marga Kabupaten untuk menentukan pengalihan arus lalu lintasnya,” ujarnya kepada suarajatimpost.com.

“Penutupan diberlakukan efektif mulai saat ini mengingat kondisi jembatan sudah mendesak dan berisiko bagi pengguna jalan,” imbuhnya menegaskan karena kondisi jembatan yang membahayakan jika dilintasi kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan, Jembatan Sentong kini ditutup total untuk sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Bagian barat jembatan sebelumnya telah ambrol hingga separuh badan jembatan. Sementara itu, sisi timur yang sebelumnya hanya mengalami retakan, kini dilaporkan semakin melebar dan berpotensi membahayakan,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, kata Kalaksa, pihak terkait langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk unsur Dinas BSBK dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur, untuk mengambil langkah cepat.

Untuk sementara waktu, katanya, penutupan total dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang melintas dan terdampak kerusakan struktur jembatan.

“Penutupan ini untuk memastikan keselamatan masyarakat. Karena sisi timur juga sudah mengalami retakan serius, sehingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dilalui,” tambahnya.

“Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan. Pengendara dari arah kota Bondowoso dapat melalui jalur Nangkaan yang tembus ke Desa Jetis dan Desa Kembang. Sedangkan alternatif lainnya bisa melalui Koncer menuju Tasnan atau Grujugan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Jembatan Sentong yang dibangun pada masa penjajahan Belanda tersebut sebelumnya belum pernah direvitalisasi. Bahkan, pada Desember 2025 lalu, retakan pada badan jalan sudah terlihat, dan hanya dilakukan penambalan pada aspal jalan saja. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow