Diterjang Banjir, Jalur Alternatif Sabuk Dam di Binangun Blitar Terputus
Sabuk dam ini merupakan jalur alternatif vital yang menghubungkan antar-RT di Dusun Kedungdowo, Desa Kedungwungu.
BLITAR, SJP — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Blitar pada Rabu (21/1/2026) mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur sabuk dam di Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun.
Insiden ini menyebabkan akses jalan lintas di atas sabuk dam terputus total sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Infrastruktur yang memiliki dimensi panjang 23 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 1,5 meter tersebut mengalami kerusakan sepanjang 9 meter.
Sabuk dam ini merupakan jalur alternatif vital yang menghubungkan antar-RT di Dusun Kedungdowo, Desa Kedungwungu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan lapangan untuk memetakan skala kerusakan.
"Kami telah menerima laporan dan hari ini tim sudah melakukan pengecekan di lokasi. Kerusakan ini dipicu oleh tersumbatnya gorong-gorong jembatan limpas saat debit air meningkat tajam akibat hujan deras," ujar Wahyudi saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Sabuk dam yang dibangun oleh pemerintah desa pada tahun 2017 tersebut selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga setempat.
Meski bukan jalur utama kabupaten, akses ini sangat diandalkan masyarakat untuk aktivitas harian antar-wilayah dusun.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Blitar bersama warga setempat telah menggelar musyawarah untuk menentukan langkah penanganan cepat.
Berdasarkan hasil survei teknis, perbaikan kerusakan tersebut membutuhkan sekitar 7 meter kubik pasangan batu.
BPBD Kabupaten Blitar menyediakan bantuan material berupa semen sebanyak 25 sak atau menyesuaikan kebutuhan lapangan. Sementara warga setempat menyediakan material pendukung seperti batu, pasir, tanah, serta tenaga kerja secara swadaya.
"Perbaikan akan difokuskan pada titik longsor agar stabilitas struktur sabuk dam kembali terjaga dan jalan alternatif bisa segera dimanfaatkan kembali," imbuh Wahyudi.
Hingga berita ini diturunkan, akses di atas sabuk dam masih lumpuh total. Warga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain yang tersedia selama proses pengerjaan perbaikan berlangsung guna menghindari area terdampak bencana. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

