BREAKING NEWS: Jembatan Sentong Bondowoso Ambrol Separuh, Akses Penghubung ke Jember Berpotensi Ditutup Total

Jembatan Sentong di perbatasan Sukowiryo–Nangkaan, Bondowoso, ambrol separuh akibat hujan deras. Sisi timur juga mengalami retakan serius sehingga berpotensi ditutup total dan untuk akses penghubung Bondowoso–Jember dialihkan ke jalur alternatif.

23 Feb 2026 - 18:42
BREAKING NEWS: Jembatan Sentong Bondowoso Ambrol Separuh, Akses Penghubung ke Jember Berpotensi Ditutup Total
Kondisi jembatan yang ambrol di sisi barat dan terpasang gari pembatas oleh BPBD Kabupaten Bondowoso (Foto : screenshot video amatir for SJP)

BONDOWOSO, SJP - Badan jalan sisi barat pada Jembatan Sentong yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan Kecamatan Bondowoso, yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dengan Jember, ambrol hingga separuh badan jalan.

Ambrolnya jembatan penghubung Bondowoso-Jember ini diduga diakibatkan karena kondisi jembatan yang sudah tua dan karena hujan deras yang mengguyur kawasan Bondowoso, sejak siang hari hingga petang, pada Senin (23/2/2026).

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso tengah melakukan asesmen, memasang garis pembatas dan melihat kondisi sisi timur yang sudah retak, kemungkinan besar jembatan tersebut akan ditutup total.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan, Jembatan Sentong berpotensi ditutup total untuk sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Bagian barat jembatan sebelumnya telah ambrol hingga separuh badan jembatan. Sementara itu, sisi timur yang sebelumnya hanya mengalami retakan, kini dilaporkan semakin melebar dan berpotensi membahayakan,” ucapnya saat dihubungi suarajatimpost.com.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, kata Kalaksa, pihak terkait langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk unsur Dinas BSBK dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur, untuk mengambil langkah cepat.

Untuk sementara waktu, katanya, penutupan total dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang melintas dan terdampak kerusakan struktur jembatan.

“Penutupan ini untuk memastikan keselamatan masyarakat. Karena sisi timur juga sudah mengalami retakan serius, sehingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dilalui,” tambahnya.

“Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan. Pengendara dari arah kota Bondowoso dapat melalui jalur Nangkaan yang tembus ke Desa Jetis dan Desa Kembang. Sedangkan alternatif lainnya bisa melalui Koncer menuju Tasnan atau Grujugan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Jembatan Sentong yang dibangun pada masa penjajahan Belanda tersebut sebelumnya belum pernah direvitalisasi. Bahkan, pada Desember 2025 lalu, retakan pada badan jalan sudah terlihat, dan hanya dilakukan penambalan pada aspal jalan saja. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow