Jelang Ramadan, Warga Jombang Diimbau Waspadai Teror Geng Motor
Imbauan ini menyusul keberhasilan Satreskrim Polres Jombang dalam menggagalkan rencana bentrokan antarkelompok pemuda yang membekali diri dengan senjata tajam (sajam) hingga bom rakitan jenis bondet.
JOMBANG, SJP — Masyarakat Kabupaten Jombang diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.
Imbauan ini menyusul keberhasilan Satreskrim Polres Jombang dalam menggagalkan rencana bentrokan antarkelompok pemuda yang membekali diri dengan senjata tajam (sajam) hingga bom rakitan jenis bondet.
Aksi premanisme remaja ini terendus berkat laporan warga yang resah melihat konvoi pemuda bersenjata di Jalan Raya Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, pada Sabtu (31/1/2026) dini hari lalu.
Tim Resmob Polres Jombang yang bergerak cepat berhasil mengamankan empat pemuda, yakni IF (21), AHN (18), serta dua remaja di bawah umur, MRH (16) dan KNL (17).
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa kelompok yang terafiliasi dengan komunitas "KDN Horor" tersebut berencana menyerang kelompok rival dari komunitas "SOS".
"Senjata tajam dan bahan peledak tersebut telah dipersiapkan secara matang untuk menyerang kelompok lawan. Mereka menggunakan modus konvoi guna mencari sasaran," tegas AKP Dimas dalam jumpa pers, Selasa (3/2/2026).
Tingkat bahaya dari komplotan ini terlihat dari barang bukti yang disita petugas. Selain tiga bilah celurit sepanjang 1,5 meter, polisi mengamankan sembilan unit bom bondet siap ledak, batu kerikil, serta sisa bahan peledak petasan.
Pasca-penangkapan awal, polisi melakukan pengembangan dan meringkus tersangka AH di wilayah Cukir, Diwek. Tak lama berselang, tersangka lain berinisial IF menyerahkan diri ke Mapolres Jombang.
"Seluruh tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 306 serta Pasal 307 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman pidana berat menanti atas kepemilikan senjata tajam dan bahan peledak tanpa izin," tambah AKP Dimas.
Fenomena kenakalan remaja yang menjurus pada aksi teror fisik ini dikhawatirkan meningkat saat malam hari di bulan Ramadan, yang seharusnya menjadi momentum peningkatan ibadah.
Polres Jombang menekankan pentingnya sinergi antara warga dan aparat untuk menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.
"Orang tua diminta lebih ketat mengawasi aktivitas anak di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan malam hari hingga menjelang sahur, guna memastikan kesucian bulan Ramadan tidak tercoreng oleh aksi kriminalitas jalanan," tandasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

