Jelang Pilkada, Sejumlah Ulama Desak Polresta Malang Kota Bersikap Netral
Maklumat para ulama Kota Malang itu ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI).
KOTA MALANG, SJP – Para ulama dari unsur kiai dan habaib di Kota Malang mendesak aparat kepolisian bersikap netral dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang. Lebih spesifik seruan itu ditujukan untuk jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota.
Maklumat para ulama Kota Malang itu ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI).
Maklumat ini dibacakan oleh KH. Nur Salim, Kebonsari. Dalam maklumatnya dia mengatakan, tensi politik Pilkada Kota Malang semakin meningkat. Ujaran kebencian dan premanisme politik kerap terjadi. Salah satu bentuknya berupa perusakan alat peraga kampanye (APK).
Tidak hanya itu, yang paling disayangkan adalah adanya dugaan ketidaknetralan aparat penegak hukum (APH) dan pengerahan jajaran birokrasi untuk terlibat dalam agenda suksesi salah satu pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Kota Malang.
"Dalam pilkada ini kami meminta jajaran Polresta Malang Kota harus netral. Tampak netral dan benar-benar netral," tegas Kiai Nur Salim, Sabtu (23/11/2024).
Sedikitnya, terdapat 25 orang ulama dari unsur kiai dan habaib hadir di Mapolresta Malang kota. Mereka berasal dari berbagai majelis dan pondok pesantren di Kota Malang. Meski begitu, mereka enggan disebut mewakili ulama Kota Malang.
Dalam kesempatan itu, para kiai meminta jajaran Polresta Malang Kota untuk tidak melakukan intervensi terhadap penyelenggara pilkada di Kota Malang. Mereka juga meminta agar aparat tidak melakukan upaya intervensi terhadap birokrasi untuk kepentingan Pilkada Kota Malang.
Desakan itu bertujuan agar penyelenggaraan pilkada berjalan sesuai asas pemilu, yaitu langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber), jujur dan adil (jurdil). Serta diharapkan pilkada berjalan aman, kondusif, dan bebas intervensi sebagaimana kehendak rakyat.
Kehadiran para tokoh agama itu diterima oleh Kepala Satuan (Kasat) Intelijen Kemanan (Intelkam) Polresta Malang Kota, Kompol Ferry Dharmawan. Dia menegaskan, netralitas aparat selalu ditekankan oleh kapolresta setiap apel pagi.
Pihaknya pun selama ini telah berupaya menjaga kondusifitas dan keamanan menjelang pelaksanaan pilkada. Sebab, hal tersebut merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Polri. Sehingga maklumat dari para ulama itu telah sejalan dengan semangat Polri.
"Mengenai surat maklumat tersebut, nanti kami sampaikan ke Bapak Kapolres," ucap Kompol Ferry Dharmawan, Sabtu (23/11/2024). (0)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

