Jelang Panen Jagung, Dinas BSBK Bondowoso Percepat Penanganan Jembatan Penghubung Wonoboyo - Leprak
Jembatan penghubung Wonoboyo–Gondosari ditangani secara darurat menggunakan bronjong sambil menunggu perbaikan permanen melalui APBD perubahan. Ditargetkan 2 pekan sudah bisa dilalui roda empat.
BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) mulai melakukan penanganan darurat terhadap jembatan penghubung Desa Wonoboyo - Leprak Kecamatan Klabang, yang ambruk diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Plt Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan, penanganan darurat telah dimulai sejak Kamis (15/1/2026), setelah dilakukan rapat koordinasi pada Rabu, (14/1/2026). Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tetap bisa dilalui, khususnya kendaraan roda empat.
“Untuk penanganan darurat sudah kita mulai kemarin. Sementara ini kita gunakan bronjong dan besi existing yang ada,” kata Ansori saat dikonfirmasi suarajatimpost, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, penanganan darurat tersebut bersifat sementara sambil menunggu perencanaan jangka panjang. Estimasi anggaran untuk perbaikan permanen masih dalam tahap perhitungan dan akan diusulkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).
“Estimasi anggaran masih dihitung oleh teman-teman karena baru dilakukan survei. Nanti anggarannya kita masukkan di APBD perubahan,” jelasnya.
Ansori menegaskan, penanganan darurat ini penting agar warga tidak harus memutar jauh. Jika jembatan tidak segera ditangani, masyarakat Desa Wonoboyo yang hendak menuju Bondowoso terpaksa harus melalui jalur Kabupaten Situbondo, yang jaraknya jauh dan memakan waktu hingga 2-3 jam
“Kalau tidak ditangani cepat, warga harus memutar lewat Situbondo, lewat Desa Rajekwesi Kecamatan kendit. Itu yang kita hindari,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Wonoboyo dan Penjabat Kepala Desa Leprak serta Camat Klabang, mengingat jembatan tersebut menjadi akses vital antarwilayah, terlebih menjelang musim panen jagung.
Untuk jangka panjang, Pemkab Bondowoso berencana melakukan penggantian struktur jembatan secara menyeluruh. Pasalnya, kondisi jembatan yang ada sudah tidak memungkinkan hanya diperbaiki secara parsial.
“Ke depan, setelah penanganan darurat, akan kita lakukan penggantian jembatan. Struktur lama sudah longsor, jadi nanti kemungkinan menggunakan struktur yang berbeda,” terang Ansori.
Terkait kapan jembatan bisa kembali dilalui kendaraan roda empat, Ansori memperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu sejak pengerjaan dimulai.
“Material besok sudah mulai diturunkan ke lokasi. Perkiraannya dua sampai tiga minggu jembatan sudah bisa dilewati roda empat,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

