Dilema Relokasi Pasar Kembang Probolinggo: Antara Kenyamanan Fasilitas dan Penurunan Pendapatan

Pemkot Probolinggo resmi merelokasi pedagang bunga Jalan Pahlawan ke dalam Pasar Baru (Sisi Utara). Fasilitas lebih bersih, nyaman, dan ramah pejalan kaki.

16 Jan 2026 - 21:29
Dilema Relokasi Pasar Kembang Probolinggo: Antara Kenyamanan Fasilitas dan Penurunan Pendapatan
Lokasi Pasar Kembang yang dibangun Pemerintah. (Foto: Rizky Putra/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kota Probolinggo melalui UPT Pasar telah meresmikan lokasi baru bagi para pedagang bunga di area pintu masuk utara Pasar Baru.

Pembangunan area yang dulunya merupakan bekas toko kain Cita Indah ini bertujuan untuk menata estetika kota dan mengembalikan fungsi trotoar di sepanjang Jalan Pahlawan.

Meski fasilitas yang disediakan lebih representatif, proses transisi ini menyisakan keluhan bagi para pedagang yang sudah mulai menempati lokasi sejak awal Januari 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga saat kurang dari sepuluh pedagang yang aktif berjualan di dalam area Pasar Kembang yang baru. Padahal jumlah Pedagang Kembang lebih dari 25 titik di sepanjang area luar Pasar Baru, Probolinggo.

Minimnya jumlah pedagang ini memicu kecemburuan sosial. Pasalnya, sebagian besar rekan sesama pedagang atau penjual bunga masih bertahan berjualan di trotoar sisi selatan. Ketidaksinkronan lokasi berjualan ini berdampak langsung pada omzet para pedagang yang patuh pindah ke dalam pasar.

Salah satu pedagang, Misnati (55), mengungkapkan bahwa secara fasilitas, tempat baru ini jauh lebih baik dibandingkan di pinggir jalan. Selama dua dekade berjualan bunga, baru kali ini ia merasa terlindungi dari cuaca buruk. Namun, kenyamanan fisik tersebut belum dibarengi dengan stabilitas ekonomi.

“Sebenarnya sudah Alhamdulillah, enak di sini. Cuma pelanggan kan belum tahu, jadi masih sepi dan sedikit yang beli ke sini. Kalau penghasilan tidak sebesar di depan. Di depan biasanya satu hari bisa dapat 1 juta, di sini masih dapat 150 ribu,” ungkap Misnati saat ditemui di lokasi Jumat (16/1/2026) siang.

Keresahan serupa dirasakan oleh Unin (45), pedagang asal Jalan Merpati. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pemasukan sejak pindah karena pelanggan setianya belum mengetahui keberadaan lokasi baru tersebut. Ia mendesak agar Satpol PP mengambil tindakan tegas untuk menyatukan seluruh pedagang kembang ke dalam satu kawasan.

“Masih belum dapat penghasilan. Mungkin kalau yang berjualan bunga di sini semua, ya insyaallah ramai. Sementara masih banyak yang tidak pindah. Saya usul ke Satpol PP, kalau bisa dimasukkan ke sini saja. Kalau masih banyak di luar, ya saya yang kerepotan tidak dapat uang,” jelas Unin penuh harap.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, menegaskan bahwa penataan ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan upaya menghidupkan ekonomi Pasar Baru secara menyeluruh. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penertiban pedagang yang masih melanggar.

“Untuk pedagang bunga, kami imbau harus masuk semuanya. Juga semua pedagang yang ada di trotoar Pasar Baru. Agar pasar menjadi bersih dan trotoar sesuai fungsinya, untuk pejalan kaki,” tegas Slamet Suwantoro.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap Pasar Baru menjadi lebih bersih, tertib, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung menjelang momentum besar seperti bulan Ramadan dan Idulfitri. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow