Jelang Lebaran 2026, Produsen Kue Kering di Blitar Kebanjiran Pesanan hingga Naik 50 Persen

Usaha kue kering yang digelutinya mampu mendatangkan keuntungan lebih besar tahun ini akibat lonjakan pesanan dari para pelanggan.

11 Mar 2026 - 12:50
Jelang Lebaran 2026, Produsen Kue Kering di Blitar Kebanjiran Pesanan hingga Naik 50 Persen
Pekerja sedang membuat kue kering varian kastengel. (Foto: Ninda Kinanti/SJPA)

BLITAR, SJP–Momentum menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 membawa berkah tersendiri bagi Kristina (39), seorang ibu rumah tangga asal Desa Jeding, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. 

Usaha kue kering yang digelutinya mampu mendatangkan keuntungan lebih besar tahun ini akibat lonjakan pesanan dari para pelanggan.

Kristina mengaku permintaan kue kering buatannya meningkat cukup signifikan pada Lebaran 2026. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pesanan yang masuk naik sekitar 50 persen.

"Ada peningkatan sekitar 50 persen kalau dibandingkan dengan tahun lalu, alhamdulillah," ujarnya saat ditemui, Rabu (11/3/2026).

Kesibukan pun terlihat di kediamannya. Sejumlah pekerja tampak bergantian membuat berbagai jenis kue kering di bagian belakang rumah, sementara sebagian lainnya fokus pada proses pengemasan sebelum produk siap dikirim kepada pelanggan.

Melihat tingginya permintaan, Kristina memutuskan untuk menutup pemesanan lebih awal, yakni pada 10 Maret 2026. Ia kini hanya fokus menyelesaikan pesanan yang sudah masuk agar seluruh permintaan dapat terpenuhi tepat menjelang Lebaran.

"Sudah close order tanggal 10, tetapi kami masih produksi menyelesaikan pesanan yang sudah masuk," kata dia.

Usaha kue kering tersebut telah ia jalankan selama empat tahun terakhir. Meski demikian, produksi kue kering hanya dilakukan saat momentum menjelang Lebaran. Pada hari biasa, Kristina lebih sering menerima pesanan kue lain seperti donat dan pizza.

Dalam produksinya, Kristina menghadirkan berbagai kue kering khas Lebaran seperti nastar, kastengel, lidah kucing, putri salju, roti kacang, hingga roti mawar. Beberapa jenis kue yang sebelumnya kurang diminati kini justru menjadi favorit pelanggan, seperti lidah kucing dan sagu keju.

Produk kue kering tersebut dijual dalam berbagai ukuran kemasan stoples dengan berat antara 250 hingga 400 gram. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp35.000 per stoples. Selain itu, Kristina juga menyediakan paket kiriman (hampers) berisi dua hingga tiga stoples kue kering yang banyak diminati sebagai bingkisan Lebaran.

"Untuk paket hampers dua stoples, harga yang ditawarkan mulai Rp84.000. Sedangkan paket tiga stoples dijual mulai Rp121.000. Kue kering yang kami buat ini menggunakan bahan berkualitas, jadi masuk kategori kue kering premium," jelasnya.

Dalam satu musim Lebaran tahun ini, penjualan kue kering di tempatnya dapat mencapai 500 hingga 700 stoples. Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Blitar dan sekitarnya.

Strategi pemasaran yang digunakan pun beragam. Selain menawarkan produk secara langsung ke sejumlah kantor pemerintahan dan menitipkan ke toko oleh-oleh serta swalayan, Kristina juga memanfaatkan media sosial dan WhatsApp untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

"Omzet tahun ini diperkirakan lebih dari Rp20 juta. Saya mulai mengerjakan produksi sejak sebelum Ramadan. Saya memberikan sampel (tester) kepada calon pelanggan sebelum akhirnya menerima pesanan dalam jumlah besar saat Ramadan tiba," tandasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow