Jelang Idul Fitri, Insentif Guru Ngaji di Jember Disalurkan

penyaluran insentif ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pengajar agama yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat.

11 Mar 2026 - 11:50
Jelang Idul Fitri, Insentif Guru Ngaji di Jember Disalurkan
Pemerintah Kabupaten Jember saat salurkan insentif guru mengaji. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada para tokoh pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. 

Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, Pemkab Jember menyalurkan insentif bagi para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa penyaluran insentif ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pengajar agama yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat.

“Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jember ingin memberikan apresiasi kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang telah berperan besar dalam membimbing kehidupan beragama di masyarakat,” kata Nurul Hafid Yasin disela sela penyaluran insentif.

Pada tahap penyaluran hari ini, pemerintah menyalurkan insentif kepada 1.955 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Jember. Masing-masing penerima mendapatkan honor sebesar Rp1.500.000 yang diberikan secara langsung melalui balai desa atau kelurahan setempat.

Nurul Hafid menegaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara transparan dan tanpa potongan apapun. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa seluruh dana yang dialokasikan akan diterima secara utuh oleh para penerima manfaat.

“Tidak ada potongan maupun setoran awal dalam pencairan insentif ini. Dana yang belum diambil tetap utuh tanpa pengurangan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sistem penyaluran dilakukan secara bergilir dengan melibatkan sekitar 30 desa setiap hari. Pola tersebut dipilih agar distribusi insentif dapat berjalan cepat dan tepat sasaran, mengingat waktu menuju Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat.

“Karena waktunya relatif singkat menuju Lebaran, maka penyaluran dilakukan secara maraton agar seluruh penerima bisa segera merasakan manfaatnya,” kata Nurul Hafid.

Program insentif ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan simbolis, tetapi juga mampu membantu kebutuhan ekonomi para tokoh agama menjelang hari raya, sekaligus memperkuat semangat mereka dalam terus mendidik generasi muda.

Di Balai Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, salah satu penerima insentif adalah Yuliana Ika, seorang guru ngaji yang telah hampir satu dekade mengabdikan diri mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungannya. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap para guru ngaji yang selama ini mengajar dengan penuh keikhlasan.

“Alhamdulillah menerima insentif guru ngaji. Prosesnya juga cepat karena hanya membawa KTP dan buku tabungan untuk dicocokkan,” pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow