Jejak Sejarah, Perlawanan Heroik Tumenggung Tegokusumo Melawan Kadipaten Pasuruan yang Masih Tersisa di Nganjuk
kisah Tumenggung Tegokusumo tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya. Semangat perjuangannya dikenang sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya
NGANJUK, SJP - Sebuah catatan sejarah heroik kembali mencuat di Kabupaten Nganjuk, yang mengisahkan perlawanan gagah berani, yakni Tumenggung Tegokusumo, seorang pemimpin dari Mataram Islam, terhadap pasukan Kadipaten Pasuruan yang dipimpin oleh Ki Ageng Keniten.
Pertempuran ini menjadi simbol keberanian dan semangat mempertahankan wilayah serta keyakinan pada masa lalu.
Tumenggung Tegokusumo adalah nama samaran dari pimpinan pasukan dari kerajaan mataram islam, Tumenggung Tegokusumo dikenal sebagai sosok yang teguh memegang prinsip dan memiliki kemampuan strategi perang yang mumpuni.
Konflik bermula ketika kerajaan mataram islam memperluas wilayahnya ke brang wetan (wilayah timur), salah satunya harus menaklukkan Kadipaten Pasuruan yang ada di brang wetan, berupaya memperluas wilayah kekuasaannya, yang kemudian mengancam kedaulatan Kadipaten Pasuruan
Ki Ageng Keniten, dengan reputasi sebagai pemimpin yang cakap dan berpengaruh, memimpin langsung pasukan Pasuruan untuk menghadapi Mataram Islam, dan tidak mau ditaklukkan oleh Mataram Islam, yang akhirnya harus berperang.
Pertempuran antara kedua pasukan ini terjadi di wilayah perbatasan yang strategis. Tumenggung Tegokusumo dengan cerdik mengatur strategi pertahanan, memanfaatkan kondisi alam untuk memperlambat gerak maju pasukan Pasuruan.
Pemimpin yang dikenal raja tega (Tumenggung tegokusumo), bukan saja itu, ketika bertempur juga ditakuti prajurit musuh, selama bertempur ia mencoba untuk memenangkan pertempuran dan berusaha untuk menguasai wilayah musuh.
Meskipun, dalam pertempuran sengit tersebut, Tumenggung Tegokusumo menunjukkan kepiawaiannya dalam memimpin pasukan. Ia berada di garis depan, memberikan semangat dan arahan kepada para prajuritnya. Beberapa kali serangan pasukan Pasuruan berhasil dipukul mundur berkat taktik dan keberanian Tumenggung Tegokusumo.
Pertempuran ini tidak hanya menjadi catatan sejarah tentang keberanian, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya mempertahankan kedaulatan dan keyakinan.
Hingga kini, kisah Tumenggung Tegokusumo tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya. Semangat perjuangannya dikenang sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Pemerhati Sejarah Nganjuk Aris Trio Effendi mengatakan, kisah Tumenggung Tegokusumo sebenarnya nama samaran, beliau menetap di wilayah Kujonmanis Kelurahan Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk dengan para pasukannya, hingga meninggal di lokasi tersebut.
"Sejarah Tumenggung Tegokusumo dimakamkan di wilayah Kujonmanis, bahkan makamnya sering dikunjungi para peziarah dari beberapa kota Jawa Timur hingga Jawa Tengah," kata Aris, Ahad (24/8/2025).
Menurutnya, kisah ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan dan keberanian akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
"Kami berharap, dengan mengenang kisah kepahlawanan Tumenggung Tegokusumo, generasi muda dapat mengambil pelajaran tentang keberanian, keteguhan, dan semangat cinta tanah air," ujar Aris, yang juga seorang juru kunci makam Ngetos. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

