Jejak Kemegahan Majapahit Terkuak di Bawah Jalan Aspal Mojokerto

Untuk membuktikan asumsi mengenai luas total kompleks candi, tim arkeolog membuka kotak uji berukuran 4x1 meter di sisi timur kawasan tersebut.

29 May 2026 - 10:57
Jejak Kemegahan Majapahit Terkuak di Bawah Jalan Aspal Mojokerto
Tim ekskavasi menggali jalan untuk menemukan struktur bangunan peninggalan era Kerajaan Majapahit di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, SJP– Misteri kompleks candi peninggalan era Kerajaan Majapahit di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, perlahan mulai terungkap. 

Tim ekskavasi penyelamatan berhasil menemukan struktur pilar kuno dan pagar pembatas sisi selatan yang diduga kuat merupakan bagian dari kompleks pendarmaan Raja Perempuan Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi.

Tidak hanya di sisi selatan, tabir sejarah juga terkuak di sisi timur situs. Melalui metode kotak uji (test pit), para arkeolog berhasil menemukan sudut timur laut pagar keliling candi yang selama ini terpendam tepat di bawah jalan aspal umum.

Ketua Ekskavasi Penyelamatan Situs Bhre Kahuripan, Ichwan, menjelaskan bahwa temuan pilar pada pagar selatan ini memiliki signifikansi penting karena mempertegas pola arsitektur situs secara keseluruhan.

"Kami menemukan tambahan data dari struktur pagar selatan. Pilar yang ditemukan di sisi selatan ini memiliki bentuk yang serupa dengan pagar utara, di mana terdapat pilar-pilar dengan interval jarak tertentu," ujar Ichwan pada Jumat (29/5/2026).

Untuk membuktikan asumsi mengenai luas total kompleks candi, tim arkeolog membuka kotak uji berukuran 4x1 meter di sisi timur kawasan tersebut. 

Langkah berani ini membuahkan hasil dengan ditemukannya struktur tatanan bata kuno di bawah lapisan aspal. 

Temuan ini sekaligus mengonfirmasi posisi sudut timur laut dari pagar pembatas luar candi.

"Penggalian ini dilakukan untuk membuktikan hipotesis apakah struktur pagar sisi timur berada di bawah jalan aspal. Hasilnya, kami menemukan struktur bata tersebut," kata dia.

Kendati berhasil menemukan bukti penting, tim ekskavasi langsung menutup kembali akses jalan yang sempat dibongkar setelah seluruh proses dokumentasi dan pencatatan data arkeologis selesai dilakukan.

Ichwan menegaskan, penutupan kembali ini merupakan bagian dari komitmen menjaga fasilitas publik sekaligus mematuhi izin terbatas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

"Setelah data dan dokumentasi selesai kami lakukan, area ini kembali ditutup demi keamanan objek cagar budaya dan karena lokasinya berada di fasilitas umum berupa jalan," jelasnya.

Situs Bhre Kahuripan diyakini para ahli sebagai salah satu situs krusial dalam memetakan konstelasi pusat keagamaan dan pemerintahan Majapahit. 

Upaya ekskavasi penyelamatan ini dipastikan akan terus bergulir guna memetakan struktur bangunan lain yang diprediksi kuat masih tertimbun di sekitar kawasan subur Mojokerto tersebut. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow