Bersama BPBD, Kapolres Jombang Turun Tangan Bantu Korban Banjir
Selain menyerahkan bantuan logistik sembako, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan juga mendatangi satu persatu rumah warga terdampak banjir.
JOMBANG, SJP—Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, terjun langsung menyalurkan bantuan sembako ke warga terdampak banjir di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Senin (9/6/2025) kemarin.
Didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, AKBP Ardi Kurniawan mendatangi satu per satu warga terdampak banjir sebagai bentuk dukungan.
"Kita memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok, kepada masyarakat yang terdampak," kata AKBP Ardi Kurniawan dalam pesan diterima wartawan, Selasa (10/6/2025).
Sebagai bentuk dukungan lain terhadap korban banjir, pihaknya menyiagakan sejumlah personel dengan peralatan perahu karet di sekitar lokasi terdampak.
"Kami menyiagakan personel dari Polres Jombang, Kodim 0814 Jombang, Pemkab Jombang, Koramil, polsek dan Kecamatan Mojoagung untuk antisipasi apabila ada yang perlu dievakuasi dengan menggunakan perahu karet yang telah kami siapkan," ujarnya.
Kademangan menjadi desa terparah terdampak banjir dari 8 Desa di Kecamatan Mojoagung. Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Catakbanteng dan Sungai Kaligunting di wilayah setempat. Meski terendam banjir, warga tetap bertahan di rumah masing-masing.
AKBP Ardi berharap air cepat surut dan tidak ada korban dalam bencana alam tersebut. Dia juga mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan melaporkan ke pihak kepolisian maupun kecamatan apabila ada yang sakit maupun perihal lainnya.
Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang. Intensitas hujan sedang hingga tinggi berlangsung semalaman di Kabupaten Jombang sejak Ahad (8/6/2025) sore, hingga Senin (9/6/2025) pagi, menyebabkan 13 titik di lima kecamatan dilaporkan terdampak banjir.
Dilaporkan oleh BPBD Jombang, banjir terjadi karena meningkatnya volume air di sungai hingga meluber dan menggenangi area lebih rendah. Ketinggian air pun bervariasi antara 5 hingga 150 sentimeter.
Plt Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengungkapkan, air mulai menggenangi permukiman warga sejak Senin dini hari yang dipicu naiknya debit sungai secara drastis akibat curah hujan ekstrem.
Berdasar pantauan BPBD Jombang pada Senin (9/6/2025) pukul 09.30 WIB, genangan terparah berada di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Di lokasi tersebut ketinggian air mencapai 1,5 meter.
"Air masuk ke rumah-rumah warga dan menutup akses jalan desa,” ungkap Wiku kepada wartawan, Senin (9/6/2025) kemarin. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

