Innalillahi! Pelajar yang Tenggelam di Sungai Sampean Baru Bondowoso Ditemukan Tewas

Korban bernama Ridwan Kholisin ditemukan warga sekitar 300 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi tak bernyawa. Semoga korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

22 Jul 2025 - 10:03
Innalillahi! Pelajar yang Tenggelam di Sungai Sampean Baru Bondowoso Ditemukan Tewas
Jenazah Ridwan Kholisin saat disemayamkan di rumah duka, diiringi isak tangis keluarga dan sanak saudara (Foto: BPBD for SJP)

BONDOWOSO, SJP—Jenazah Ridwan Kholisin (14), warga RT 10, RW 4, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, yang dilaporkan hilang dan terbawa arus Sungai Sampean Baru pada Ahad (20/7/2025), akhirnya ditemukan.

Pelajar MTsN ini ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Sampean Baru. Tepatnya, 300 meter dari titik awal dirinya mandi bersama dua orang temannya. Jenazah korban dievakuasi pada Selasa (22/7/2025) pukul 08.00 WIB.

Korban ditemukan pertama kali oleh warga setempat, yang kemudian melapor ke tim SAR saat apel bersama pelaksanaan pencarian di hari kedua, pada pukul 07.30 WIB.

“Pukul 07.30 WIB pada saat pelaksanaan apel, ada informasi dari warga bahwa korban telah ditemukan dan segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel tim SAR gabungan untuk mengecek kebenaran di lokasi dimaksud,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Sigit Purnomo.

Selanjutnya, kata Sigit, pada pukul 08.00 WIB korban dipastikan telah ditemukan kurang lebih 300 meter dari lokasi kejadian. Jenazah korban segera dievakuasi dan langsung dibawa menuju Puskesmas Wonosari menggunakan ambulans.

“Kemudian jenazah langsung dibawa ke rumah duka di RT 12 RW 4 Dusun Kelapa Sawit Utara Desa Wonosari. Jenazah korban disambut isak tangis keluarga,” imbuhnya.

Sigit Purnomo juga menegaskan bahwa pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan telah dihentikan setelah korban ditemukan.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah membantu proses pencarian hingga evakuasi korban,” tandasnya.

BPBD Bondowoso juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan berbahaya yang bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi sampai menyebabkan kematian.

“Hindari berkegiatan yang berbahaya, seperti mandi di aliran sungai yang deras, untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang mengakibatkan hilangnya sebuah nyawa,” pesan Sigit.

Suasana haru diiringi isak tangis keluarga pecah saat jenazah Ridwan Kholisin tiba di rumah duka. Orang tua, saudara, dan tetangga pun diselimuti duka mendalam. Suara tangis terdengar mengiringi jenazah korban.

“Seakan tidak menyangka jika RK meninggal di usia muda. Namun, kami ikhlas dan semoga saudara kami husnul khatimah dan diterima di sisi Allah,” kata salah seorang kerabat korban di rumah duka.

Seperti diketahui, siswa kelas 9 MTS di Bondowoso berinisial RK, yang merupakan warga Kecamatan Wonosari, awalnya pergi memancing bersama dua orang temannya. Mereka bertiga mandi di aliran Sungai Bosamba pada Ahad (20/7/2025) sore.

Informasinya, mereka bertiga pergi memancing sekira pukul 13.00 WIB. Kemudian menjelang sore, sekira pukul 15.00 WIB, ketiganya mandi di aliran Sungai Sampean Baru.

Ketika kedua teman korban menyadari bahwa sungai tersebut semakin dalam dan deras. Korban diperingatkan untuk menepi. Namun nahas, RK terbawa arus hingga kedua temannya tidak bisa menyelamatkan.

Sehingga sekira pukul 16.00 WIB, RK dilaporkan hilang dan pencarian oleh warga sekitar hingga malam hari belum juga menemukan RK. (*)

Editor : Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow