Ini Langkah Pemkab Bondowoso Antisipasi Melonjaknya Harga Beras

TPID secara berkala melakukan operasi pasar dan melakukan pemantauan harga pokok di masing-masing pasar serta melaporkan secara berkala dan berjenjang.

26 Feb 2024 - 12:15
Ini Langkah Pemkab Bondowoso Antisipasi Melonjaknya Harga Beras
Pj Bupati Bondowoso saat dikonfirmasi perihal langkah strategis yang akan diambil dalam mengantisipasi naiknya harga beras di Kabupaten Bondowoso. (Foto : Rzq/SJP)

Kabupaten Bondowoso, SJP - Melambungnya harga beras premium di Kabupaten Bondowoso, mendapat perhatian khusus dari Penjabat (Pj) Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto.

Seperti diketahui, harga beras di pasaran melonjak drastis hingga mencapai harga Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogramnya.

Oleh sebab itu, secepatnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bondowoso akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar dan toko modern.

Kata Pj Bupati Bondowoso, sidak ini perlu dilakukan, mengingat saat ini masyarakat akan menghadapi bulan puasa ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, Bambang Soekwanto secepatnya akan melakukan tindakan.

"Kami akan segera lakukan sidak bersama TPID, untuk mengecek langsung harga beras di pasaran, apa kendalanya dan bagaimana cara mencari solusinya," kata Bambang Soekwanto, pada Senin (26/2/2024) di Hotel Ijen View.

Sementara itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso yang menjadi bagian dari TPID telah melaksanakan operasi pasar bersama Bulog sejak tanggal 7 Februari 2024 lalu.

"Diskoperindag bagian dari TPID telah melaksanakan operasi pasar bersama Bulog di 4 kecamatan yang mengalami penurunan penerima bantuan pangan," kata Kepala Diskoperindag, Sigit Purnomo.

Selanjutnya, kata Sigit, pihaknya juga melaksanakan operasi pasar tahap kedua di 23 kecamatan dan melakukan monitoring dan evaluasi bersama Satgas pangan dari Polres Bondowoso. 

"Selain itu, kami juga melakukan pemantauan harga pokok di masing-masing pasar dan melaporkan secara berkala dan berjenjang. Berkoordinasi dengan seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan," ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, stok beras di Gudang Bulog Kembang, terbilang aman. 

"Sementara, stok beras di Gudang Bulog sebanyak 5.000 ton," pungkasnya. (*)

Editor : Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow