Industri Tembakau Malang Tumbuh, DBHCHT Dukung Pelatihan Tenaga Linting
Disperindag Kabupaten Malang menggelar pelatihan sigaret kretek tangan dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk meningkatkan kualitas tenaga linting rokok.
MALANG, SJP — Pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) di Kabupaten Malang mendorong peningkatan kebutuhan tenaga linting. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan sigaret kretek tangan (SKT) melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Kegiatan tahap ketujuh dibuka Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Fuad Fuadi, di Hotel Grand Miami Kepanjen, Senin (25/8/2025). Pelatihan diikuti 50 peserta selama lima hari dengan fokus menjaga kualitas hasil linting.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pelatihan ini resmi kita mulai. Semoga Allah meridhoi, dan kegiatan ini membawa dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan IHT di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Fuad menjelaskan, peserta terdiri dari tenaga magang dan pemula. Menurut dia, kuantitas produksi penting, tetapi kualitas lintingan tetap harus diutamakan untuk memenuhi standar industri.
“Yang sudah magang kita tingkatkan kompetensinya agar bisa masuk ke industri giling. Bagi peserta baru, ini kesempatan membekali diri. Kuantitas memang penting, tapi kualitas tetap utama,” kata Fuad.
Data Disperindag menunjukkan, jumlah perusahaan IHT di Kabupaten Malang naik dari 102 pada 2024 menjadi 112 pada Agustus 2025. Peningkatan itu berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja linting.
“Mungkin diawal pelatihan, peserta masih 200–300 batang per hari. Tapi semoga bisa menyesuaikan target industri yang mencapai 1.000–2.000 batang per person, sehingga keterampilan harus terus ditingkatkan,” tambah Fuad.
Pelatihan merupakan bagian dari 10 agenda pembinaan berbasis DBHCHT tahun 2025. Disperindag menggandeng Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma) serta Kapal Sakti sebagai mitra dalam pelatihan.
“Harapan kami, DBHCHT benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan meningkatnya kualitas SDM, IHT akan semakin kuat dan berdampak pada perekonomian daerah,” ujar Fuad.
Pengurus Gaperoma, Latifu Sabur, menilai peningkatan SDM melalui pelatihan merupakan langkah tepat di tengah tingginya kebutuhan tenaga linting.
“Pertumbuhan SKT saat ini cukup tinggi, sehingga tenaga linting sangat dibutuhkan. Dengan adanya pelatihan, industri tembakau di Malang tidak akan kekurangan tenaga terampil,” ungkap Latifu. (***)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

