Ikuti Gerakan Ambil Rapor, Para Ayah di Gresik Ingin Tambah Motivasi Belajar ke Anak
Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Gresik dicanangkan berdasarkan hasil pemutakhiran keluarga tahun 2025, didapati satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless sebesar 25,8 persen.
GRESIK, SJP — Antusiasme para ayah untuk melakukan pengambilan rapor anak-anaknya terlihat di SMP Negeri 1 Gresik, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025).
Mereka menyempatkan waktu di sela kesibukan bekerja mengikuti gerakan ayah mengambil rapor yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk semester ganjil tahun ajaran 2025–2026.
Salah satu ayah wali murid SMPN 1 Gresik, Hadi, mengatakan kehadirannya mengambil rapor ini merupakan dukungan orang tua terhadap pendidikan anak.
"Mendukung agar anak semangat belajar. Memotivasi anak bahwa ada perhatian dari ayahnya," kata dia, seusai ditemui pengambilan rapor.
Ia menyampaikan, sebelumnya pengambilan rapor anak ke sekolah selalu dilakukan oleh istrinya.
Ia menyebut, momentum ini juga menjadi edukasi penting bagi seorang ayah ditengah kesibukan bekerja, anak juga harus mendapat perhatian.
Selama pengambilan rapor anaknya ini, ayah yang bekerja di Aparatur Sipil Negara (ASN) ini juga telah meminta ijin terhadap atasannya.
"Sudah ijin pada atasan, untuk mengikuti gerakan dari pemkab mengambil rapor," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, mengungkap kehadiran ayah sebagai walimurid untuk pengambilan rapor mencapai 80 persen.
Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh ibu.
"Alhamdulillah hari ini kebanyakan yang mengambil rapor adalah ayah. Sekitar 80 persen. Ini sesuai dengan edaran dari Dinas KBPPPA dan Dinas Pendidikan sebagai turunan dari kementerian. Kami sedang menggalakkan peran ayah dalam pendidikan anak," ungkap Beri Avita.
Beri menegaskan, bahwa kehadiran ayah dalam momen penting seperti pengambilan rapor memiliki dampak besar bagi perkembangan anak.
Perhatian dan keterlibatan ayah diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri serta motivasi belajar siswa.
Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam setiap fase perkembangan anak.
"Ini patut kita syukuri bersama. Ayah tidak hanya bekerja, tetapi juga hadir dan terlibat dalam perkembangan anak-anaknya," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

