Hujan Badai Terjang Kota Surabaya, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 10 Maret

Tidak hanya pohon tumbang, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya empat rumah warga yang tersebar di Kecamatan Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal.

03 Mar 2026 - 15:30
Hujan Badai Terjang Kota Surabaya, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 10 Maret
Tim Call 112 dan BPBD Surabaya melakukan evakuasi 2 pohon tumbang di Jl. Margomulyo, Surabaya, Senin (2/3/2026) (Dok. CC112 for SJP)

SURABAYA, SJP - Hujan badai disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Surabaya pada Senin (2/3/2026). Cuaca ekstrem memicu puluhan pohon tumbang dan merusak rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi di tengah peringatan resmi BMKG Juanda yang sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Jawa Timur hingga 10 Maret 2026.

Dampak paling tragis terjadi di sebuah bangunan di Jalan Pakuwon Indah, ketika seorang pekerja gondola berinisial RS (51), warga Tambak Wedi, Kenjeran, meninggal dunia setelah terjebak di ketinggian saat hujan deras dan angin kencang melanda.

Selain korban jiwa, hujan badai juga menyebabkan kerusakan di berbagai titik kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat sedikitnya 55 pohon tumbang di 17 kecamatan, mulai dari Tambaksari, Tegalsari, Gubeng, hingga Rungkut dan Benowo. 

Pohon yang tumbang terdiri dari berbagai jenis, seperti trembesi, mangga, mahoni, palem, hingga sepatu dea, dengan diameter mencapai 40 hingga 60 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya Linda Novanti menjelaskan, cuaca ekstrem meliputi hujan deras dan angin kencang melanda secara merata di seluruh wilayah Surabaya pada Senin (2/3/2026) kemarin.

"Hujannya rata hampir di seluruh wilayah, ada beberapa pohon tumbang di Kecamatan Tambaksari, Tegalsari, Asem Rowo, Gubeng, Sawahan, Bubutan," kata Linda, Selasa (3/3/2026).

"Kemudian, Kecamatan Wonokromo, Gunung Anyar, Mulyorejo, Krembangan, Bulak, Sukolilo, Sambikerep, Genteng, Tenggilis Mejoyo, Rungkut, dan Benowo," imbuhnya.

Ia menambahkan, selain faktor angin kencang dan hujan lebat, kondisi pohon yang sudah tua turut memperbesar risiko tumbang.

"Petugas langsung melakukan perantingan di masing-masing lokasi, kedepan juga akan terus dilakukan perompesan (pemangkasan) dahan pohon di beberapa wilayah," kata Linda.

Tidak hanya pohon tumbang, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya empat rumah warga yang tersebar di Kecamatan Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal. Penanganan sudah dilakukan dengan melibatkan perangkat kelurahan setempat.

"Seluruh bangunan yang rusak saat ini masih dalam proses penanganan, dengan koordinasi bersama perangkat kelurahan setempat," ujarnya.

Di sisi lain, BMKG Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini bahwa seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 1 hingga 10 Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer global dan regional yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengonfirmasi peringatan tersebut dan menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur saat ini tengah memasuki masa peralihan musim yang rentan memicu cuaca ekstrem.

"Diprakirakan hingga tanggal 10 Maret akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," ujar Taufiq.

Ia menjelaskan, gangguan atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan kondisi suhu muka laut yang masih hangat di perairan selatan Jawa Timur turut memperkuat potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

"Suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," imbuhnya.

BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, puting beliung, hujan es, hingga tanah longsor. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruang maupun di area yang berisiko tinggi.

"Selain itu, masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website serta informasi peringatan dini 3 harian serta peringatan dini setiap 2–3 jam ke depan yang dibagikan BMKG Juanda," pungkas Taufiq. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow