Hilang selama 5 Hari, Pria di Jember Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Menurut keterangan keluarga dan warga setempat, korban memang dikenal memiliki gangguan jiwa

09 Feb 2025 - 12:36
Hilang selama 5 Hari, Pria di Jember Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
Tim dari Basarnas dan sejumlah relawan sedang melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari dalam sumur. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP - Erfan Efendi (37), pria asal Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dikabarkan hilang oleh keluarganya, sejak pukul 00.00 WIB.

Saat lima hari dikabarkan hilang, ternyata dia ditemukan tewas di dalam sebuah sumur dalam rumahnya pada Sabtu (9/2/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

Sehari-hari korban hanya tinggal berdua dengan ayah kandungannya bernama Timin. Jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup di permukaan air sumur dan kondisi tubuhnya mengambang.

"Sebelumnya kita menerima laporan dari masyarakat, tentang adanya mayat yang ada di dalam sumur rumah Pak Timin. Selanjutnya, kita mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, benar mayat tersebut berada di sumur dengan kedalaman kurang lebih 18 meter," kata Kanit Reskrim Polsek Panti, Aipda Dhian Saputra, Ahad (9/2/2025).

Untuk menindaklanjuti peristiwa itu, Polsek Panti kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, relawan, dan Basarnas Jember untuk membantu proses evakuasi korban dari dalam sumur.

Proses evakuasi pun berjalan lancar. Namun polisi belum dapat memastikan sejak kapan korban berada di dalam sumur hingga kemudian ditemukan tewas.

Namun Aipda Dhian menerangkan, korban dikabarkan hilang sejak Jumat dini hari. Berdasar keterangan keluarga dan warga setempat, korban dikenal mengalami gangguan jiwa.

“Menurut keterangan keluarga, korban selama ini sering meninggalkan rumah tanpa berpamitan," terang Aipda Dhian.

Dia melanjutkan, tidak ada yang tahu bahwa korban berada di dalam sumur. Keluarga dan warga hanya tahu bahwa korban menghilang dari rumahnya.

Korban ditemukan ketika ada keluarga yang hendak mandi. Saat melihat ke dalam sumur, didapati ada tubuh manusia sedang mengambang.

Setelah dievakuasi dari dalam sumur oleh Basarnas dan relawan, ternyata mayat tersebut adalah korban yang selama lima hari terakhir dikabarkan hilang.

Namun demikian, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah. Pihak keluarga pun menegaskannya dengan menulis surat pernyataan.

Aipda Dhian menjelaskan, dari hasil pemeriksaan fisik korban, tidak ditemukan indikasi mencurigakan yang mengarah pada tindakan kriminal seperti luka bekas penganiayaan.

"Jasad korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi lebih lanjut. Tapi langsung akan disucikan oleh pihak keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan dimakamkan secara layak,” jelasnya.

Terpisah, Dantim Proses Evakuasi Pos Basarnas Jember, Andinata Dwi Putra mengatakan, proses evakuasi korban dari dalam sumur membutuhkan waktu kurang lebih selama 45 menit.

Sumur tersebut diketahui memiliki kedalaman kurang lebih 18 sampai 20 meter. Korban mengambang di pemukaan air dengan jarak sekitar 14 sampai 15 meter dari mulut sumur.

Dalam proses evakuasi korban, pihaknya mengalami sedikit kendala. Sebab, saat proses evakuasi berlangsung, terjadi pemadaman listrik. Sehingga butuh pencahayaan lebih.

Saat dievakuasi, korban dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi telungkup. Basarnas dan relawan tidak menemukan bekas luka dari tubuh korban.

Setelah jasad korban berhasil dievakuasi, tim kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian dan keluarga. Korban pun langsung dimandikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

"Lingkaran sumurnya agak sempit. Diduga di dalam sumur itu tipis oksigen. Jadi kita tadi menggunakan SCBA (alat bantu pernapasan untuk menyelam). Karena itu proses evakuasi berjalan cukup lama, kurang lebih 45 menit," ulasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow