Gus Qowim Harapkan Tim SPAB Ada di Seluruh Sekolah di Kota Kediri

Keberadaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan sekolah terhadap bencana.

10 May 2025 - 19:56
Gus Qowim Harapkan Tim SPAB Ada di Seluruh Sekolah di Kota Kediri
Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim saat mengukuhkan tim SPAB Kota Kediri. (Foto: Istimewa)

KOTA KEDIRI, SJP—Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha mengukuhkan tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) SMPN 6 Kediri. Pengukuhan ini dilakukan dalam acara simulasi SPAB pada Sabtu (10/05/2025). Simulasi ini menggambarkan bagaimana peran dari tim SPAB saat terjadi bencana.

Dalam simulasi ini diceritakan terjadi bencana gempa bumi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tengah berlangsung.

Saat terjadi gempa bumi, tim SPAB melakukan tugasnya. Koordinator melaporkan kepada kepala sekolah untuk dilaporkan melalui kanal aduan Lapor Mbak Wali 112 untuk membantu penanganan kejadian gempa bumi.

Kemudian laporan itu diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah saya senang bisa hadir di sini dalam pengukuhan tim SPAB. Ini dalam rangka kesiapan ketika terjadi bencana. Hal ini menjadi bagian terpenting untuk tanggap bencana,” ucap Wakil Wali Kota Kediri yang karib dipanggil Gus Qowim itu.

Gus Qowim mengungkapkan, semua lapisan masyarakat harus memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan bencana. Hal itu bertujuan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Dalam simulasi ini, tim SPAB sudah memahami bagaimana penanganan awal. Mulai dari mengimbau agar siswa tidak panik, lalu pengumpulan di titik evakuasi, penanganan terhadap korban, dan menenangkan siswa yang trauma.

“Jadi harapannya tidak hanya ditangani instansi terkait, tapi diharapkan semua masyarakat mampu untuk tanggap bencana. BPBD selalu menjalin kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk kesiapsiagaan bencana. Lalu juga memberikan pelatihan-pelatihan meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Gus Qowim berharap, tim SPAB ada di seluruh sekolah. Menurutnya, program ini bagus untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan sekolah terhadap bencana.

Dengan adanya tim SPAB, sekolah dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai jenis bencana. Selain itu, akan ada kanal aduan call center Lapor Mbak Wali 112. Layanan ini merupakan layanan kegawatdaruratan. Baik di bidang kesehatan, bencana alam, dan lainnya.

Gus Qowim menegaskan, hal itu merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan tepat.

“Tadi saya sampaikan kepada kalaksa BPBD agar program ini terus disosialisasikan. Kami juga memiliki layanan kegawatdaruratan call center Lapor Mbak Wali 112. Masyarakat dengan mudah mengakses untuk melaporkan apabila terjadi kegawatdaruratan, termasuk bencana,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto menjelaskan, SPAB sudah dibentuk di empat sekolah. Yakni di SDN Betet 1, SMAN 2 Kediri, SMA 5 Taruna Brawijaya, dan SMPN 6 Kota Kediri.

SMPN 6 Kota Kediri yang berada di Kelurahan Gayam dinilai rawan bencana. Seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kekeringan. Ada 35 orang yang tergabung dalam tim SPAB ini. Terdiri dari siswa, guru, komite sekolah, warga sekitar, wali murid, dan pegawai kelurahan.

“Makanya kita bentuk SPAB di sini ketika nanti terjadi bencana siswa, guru, wali murid, dan warga sekitar mengerti ilmu kebencanaan serta apa yang harus dilakukan. Jadi seperti dalam simulasi tadi ketika terjadi bencana semua koordinator lapor ke kepala sekolah dan dilaporkan ke Lapor Mbak Wali 112. Lalu dilakukan penanganan bencana,” jelasnya.

Joko menambahkan, tim SPAB telah mendapat pelatihan selama empat hari mengenai kebencanaan. Pelatihan dilakukan dari pagi hingga sore. Di hari terakhir, dilakukan simulasi untuk mempraktikkan apa saja yang telah disosialisasikan dalam pelatihan.

“Jadi tadi kita lihat ketika terjadi bencana mereka sudah tahu perannya dan apa yang harus dilakukan. Tim ini juga mensosialisasikan kepada warga sekolah dan lingkungan sekitar mengenai tanggap bencana,” imbuhnya. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow