Guru SMA di Jombang Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Akibat Komplikasi Penyakit
Jenazah Sri Utami ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh warga di Perumahan Graha Sakinah, Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan.
JOMBANG, SJP - Seorang guru SMA Negeri Ploso, Jombang, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (22/10/2025) pagi. Korban yang bernama Sri Utami (58) diduga meninggal akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
Jenazah Sri Utami ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh warga di Perumahan Graha Sakinah, Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan.
Penemuan itu berawal dari bau menyengat yang tercium dari dalam rumahnya. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan telah meninggal dunia dan diperkirakan telah wafat sejak empat hari sebelumnya.
Kepala SMA Negeri Ploso, Qoidatun Nisak, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa Sri Utami adalah guru aktif yang terakhir mengajar pada Jumat (17/10/2025).
“Memang sudah lama memiliki riwayat diabetes dan tinggal sendiri di rumah,” ujar Nisak, Kamis (23/10/2025).
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Peterongan, Iptu Sholihin Budi Santoso, menyampaikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi mengingat korban diketahui mengidap diabetes dan darah tinggi.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit. Lampu rumah juga diketahui padam selama dua hari sebelum ditemukan,” jelas Sholihin.
Jenazah Sri Utami telah dievakuasi ke RSUD Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan selanjutnya telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sebelumnya, Warga Perumahan Graha Sakinah, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam sebuah rumah, Rabu (22/10/2025) pagi sekira pukul 07.30 WIB.
Korban yang ditemukan telah meninggal dunia itu diketahui bernama Sri Utami, seorang guru SMA di Kecamatan Ploso yang tinggal sendiri di rumah tersebut. Berdasarkan kondisi jenazah, korban diperkirakan telah meninggal sejak empat hari sebelum penemuan.
Penemuan ini berawal ketika seorang tetangga, Nurul Aini, mencium bau menyengat dari arah rumah Sri Utami saat hendak membuang sampah. Kecurigaan warga semakin kuat karena korban tidak terlihat aktivitasnya selama beberapa hari. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

