Guru di Gresik Didorong Berinovasi Menggunakan Interactive Flat Panel
Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian layanan pendidikan di era digital, yang turut didukung oleh program Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
GRESIK, SJP — Para guru di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini didorong secara intensif untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran dengan memanfaatkan perangkat Interactive Flat Panel (IFP).
Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian layanan pendidikan di era digital, yang turut didukung oleh program Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Dorongan ini ditujukan agar para pendidik mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis IFP untuk meningkatkan kualitas dan interaktivitas kegiatan belajar mengajar.
Salah satu lembaga yang telah mengimplementasikan inovasi ini adalah TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah Gresik. Sekolah tersebut telah menerima bantuan media pembelajaran IFP sejak September 2025. Sebelum perangkat tersebut digunakan, perwakilan guru juga telah menerima pelatihan pembekalan khusus.
Kepala Sekolah TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah Gresik, Ardiana Yogi Safitri, menyatakan bahwa inovasi ini penting untuk mengarahkan anak-anak pada pemanfaatan layanan digital yang positif.
"Jadi, guru-guru sekarang ini diminta untuk terus berinovasi dalam pembelajaran. Tujuannya agar anak-anak menggunakan layanan digital itu tidak ke hal negatifnya saja, tetapi juga yang positifnya," kata Ardiana, Senin (28/12/2025).
Ardiana menjelaskan, media pembelajaran IFP ini mereka sebut sebagai Literasi Pendidikan Anak (Lidia). Dalam sesi pembelajaran Lidia, guru memberikan kesempatan kepada para murid untuk berinteraksi langsung dengan IFP sebagai media pembelajaran sehari-hari.
Menurutnya, pembelajaran berbasis IFP ini sangat efektif untuk mengajarkan kemampuan dasar seperti menulis, membaca, mengenal warna, dan memahami konsep kontras seperti besar dan kecil dari sebuah gambar.
"Anak-anak juga bisa bermain lebih banyak lagi dari video-video interaktif selama pembelajaran IFP," jelasnya.
Inovasi ini terus dikembangkan oleh para guru dengan dukungan platform digital ruang murid yang menyediakan beragam sumber belajar, latihan soal, serta layanan pendukung lainnya. Selain itu, guru juga mulai memperkenalkan buku digital sebagai media kolaborasi dengan wali murid untuk mendalami perkembangan siswa melalui teknologi digital. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

