Gunung Semeru Kembali Meletus, Warga Diminta Menjauh dari Kawasan Rawan

Gunung Semeru meletus beberapa kali, warga dilarang mendekat radius 3 km dan aliran sungai Besuk Kobokan

04 Jun 2025 - 10:54
Gunung Semeru Kembali Meletus, Warga Diminta Menjauh dari Kawasan Rawan
Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 800 meter di atas puncak pada Rabu (4/6/2025) pagi. (Foto: PVMBG)

LUMAJANG, SJP—Gunung Semeru yang berada di Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu (4/6/2025) pagi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun dalam radius tiga kilometer dari kawah, mengingat gunung berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini mengalami erupsi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.01 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl," ujar Ghufron Alwi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang berada di Lumajang, dikutip dari Beritasatu.com.

Dia menambahkan, semburan abu vulkanik tampak berwarna putih keabu-abuan dengan ketebalan tinggi, dan arah pergerakan angin membawa material ke bagian utara dan barat laut. Data dari alat pencatat aktivitas seismik menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi gempa selama 148 detik.

Dalam kurun waktu sebelumnya, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini telah mengalami tiga letusan. Masing-masing terjadi pada pukul 00.33 WIB dan 04.10 WIB, dengan ketinggian kolom abu sekitar 500 meter. Sementara letusan ketiga tercatat pukul 05.48 WIB dengan kolom mencapai 700 meter.

Sepanjang beberapa hari terakhir, aktivitas vulkanik Semeru didominasi oleh gempa letusan. Berdasarkan laporan pemantauan pada Selasa, 3 Juni 2025, tercatat sebanyak 37 kejadian gempa erupsi, dengan amplitudo berkisar antara 12 hingga 23 milimeter dan durasi antara 49 hingga 216 detik.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Semeru pada level II atau waspada. Dalam rilis resminya, PVMBG menyampaikan beberapa larangan, termasuk tidak diperbolehkannya aktivitas masyarakat di wilayah tenggara yang mengikuti aliran Besuk Kobokan hingga delapan kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan kemungkinan meluasnya sebaran awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 13 kilometer dari pusat letusan.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," kata Ghufron.

Warga juga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi terjadinya guguran lava, awan panas, dan lahar hujan yang dapat mengalir melalui sungai dan lembah yang berhulu di puncak, khususnya di alur-alur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai lainnya yang terhubung ke Besuk Kobokan. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow