Gunung Semeru Erupsi Enam Kali dalam Dua Jam, Kolom Abu Capai 1.100 Meter

Meski intensitas erupsi meningkat, PVMBG mengonfirmasi bahwa status Gunung Semeru saat ini masih bertahan pada Level III atau Siaga.

20 Dec 2025 - 12:48
Gunung Semeru Erupsi Enam Kali dalam Dua Jam, Kolom Abu Capai 1.100 Meter
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur erupsi, Sabtu (20/12/2025) pagi. (Beritasatu.com/PVMBG)

LUMAJANG, SJP — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat secara signifikan pada Sabtu (20/12/2025) pagi. 

Tercatat, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami rentetan erupsi sebanyak enam kali dalam kurun waktu hanya dua jam, mulai pukul 05.19 WIB hingga 07.30 WIB.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu vulkanis yang disemburkan mencapai ketinggian antara 700 hingga 1.100 meter di atas puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa visual kolom abu terlihat jelas dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal yang mengarah ke sisi timur.

"Teramati kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur," ujar Sigit dalam keterangan resminya, Sabtu (20/12/2025).

Meski intensitas erupsi meningkat, PVMBG mengonfirmasi bahwa status Gunung Semeru saat ini masih bertahan pada Level III atau Siaga. 

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rentetan letusan tersebut.

Namun, otoritas terkait memperingatkan bahwa potensi bahaya tetap tinggi. Masyarakat diminta mewaspadai ancaman Awan Panas Guguran (APG) serta potensi banjir lahar dingin, terutama jika terjadi hujan lebat di wilayah puncak.

Guna menjamin keselamatan publik, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan. 

Dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. Larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diimbau untuk tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui kanal resmi PVMBG atau BPBD setempat. (**)

Editor: Syaiful Aries

Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow