Gempa Tektonik M6,4 Guncang Pacitan: Warga Tulungagung Pukul Kentongan

Warga berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi. Sejumlah warga bahkan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan karena khawatir akan terjadi gempa susulan.

06 Feb 2026 - 02:24
Gempa Tektonik M6,4 Guncang Pacitan: Warga Tulungagung Pukul Kentongan
Warga di Tulungagung berlarian keluar rumah saat gempa terjadi. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, pada Jumat (6/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.06 WIB. Getaran gempa dirasakan cukup luas hingga sejumlah daerah termasuk Tulungagung dan Trenggalek, sehingga sempat memicu kepanikan warga.

Di Tulungagung, tepatnya di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, warga berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi. Sejumlah warga bahkan membunyikan kentongan sebagai tanda peringatan karena khawatir akan terjadi gempa susulan.

Salah seorang warga setempat, Wawan, mengaku guncangan gempa terasa cukup kuat dan berlangsung relatif lama. Ia mengatakan saat kejadian dirinya sedang tertidur sebelum akhirnya terbangun karena rumah terasa bergoyang.

“Waktu itu sedang tidur, tiba-tiba terasa goyang cukup keras. Saya langsung keluar rumah, tetangga-tetangga juga pada keluar semua. Setelah di luar, guncangan masih terasa, bahkan kabel listrik terlihat bergoyang,” ujar Wawan.

Meski sempat terjadi kepanikan, hingga saat ini warga memastikan situasi di lingkungan mereka masih aman dan tidak ditemukan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Selain Tulungagung, guncangan gempa juga dirasakan oleh warga di wilayah Trenggalek. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, menyampaikan berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan gempa tektonik.

“BMKG mencatat pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 01.06.10 WIB, wilayah Pacitan diguncang gempa tektonik dengan magnitudo pembaruan M6,2. Episenter gempa berada di laut, sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer,” jelas Triadi.

Ia menambahkan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

BMKG juga melaporkan tingkat guncangan gempa bervariasi di sejumlah wilayah. Daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan merasakan gempa dengan intensitas IV MMI, sementara Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, hingga Banjarnegara merasakan intensitas III MMI. Adapun wilayah Tuban dan Jepara merasakan guncangan dengan intensitas II MMI.

“Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami,” tegas Triadi.

Hingga pukul 01.35 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek di masing-masing wilayah masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi lapangan tetap aman.

“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkas Triadi.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait. (*)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow