Gema Takbir di Tengah Kepungan Banjir, Tanggul Jebol di Mojokerto Rampas Kebahagiaan Idulfitri
Tercatat ada 124 lansia berusia hingga 88 tahun dan 57 balita yang terdampak akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar.
MOJOKERTO, SJP – Ratusan warga di empat desa di Kabupaten Mojokerto justru harus berjibaku dengan lumpur dan air saat perayaan Idulfitri.
Jebolnya tanggul Sungai Sadar sepanjang 30 meter di Dusun Balongcangkring menjadi pemicu utama bahtera banjir yang merendam sedikitnya 536 rumah penduduk pada Sabtu (21/3/2026).
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menunjukkan dampak yang meluas di dua kecamatan, yakni Mojoanyar dan Bangsal.
Di Desa Tinggar Buntut, suasana Lebaran berubah menjadi kelabu saat air menggenangi permukiman yang dihuni oleh kelompok rentan.
"Tercatat ada 124 lansia berusia hingga 88 tahun dan 57 balita yang terdampak langsung. Ini menjadi prioritas pemantauan kami di lapangan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin.
Ia membeber, di Kecamatan Mojoanyar, banjir menerjang Desa Jumeneng, tepatnya di Dusun Kuripan dan Dusun Balongcangkring. Di Kecamatan Bangsal, banjir menerjang Desa Tinggar Buntut, tepatnya di Dusun Buntut dan Tinggar. Sementara di Kecamatan Mojosari, banjir menerjang Desa Kedung Gempol dan Desa Jotangan.
Selain merusak momentum silaturahmi, banjir ini mengancam ketahanan pangan warga lokal. Tercatat sekitar 73 hektare lahan pertanian terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Rinaldi menyebut, di Dusun Kuripan dan Balongcangkring, ketinggian air di jalan desa bahkan sempat mencapai 80 cm, memutus akses mobilitas warga yang hendak berlebaran.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa menjelaskan ada dua penyebab di balik bencana ini.
Selain faktor alam berupa debit air yang tinggi, ia juga menyinggung masalah infrastruktur pengairan.
"Faktor pertama adalah penyumbatan sampah di pintu air (Dam) Desa Tinggar Buntur karena konstruksi pintu yang terlalu sempit. Kondisi ini diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Sadar di Balongcangkring," tegas Bupati yang karib disapa Gus Barra itu.
Meskipun air dilaporkan mulai menyusut di beberapa titik seperti di Desa Kedung Gempol dan Jotangan, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Perbaikan tanggul permanen dijadwalkan akan segera dilakukan segera setelah debit air kembali normal. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

