Gelar MPLS 2026, SMPN 3 Kertosono Nganjuk Tanamkan Nilai Pancasila dan Anti-Bullying
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini diikuti oleh 188 calon siswa untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental spiritual agar siap beradaptasi di jenjang pendidikan yang baru.
NGANJUK, SJP — Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kertosono sukses menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini diikuti oleh 188 calon siswa untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental spiritual agar siap beradaptasi di jenjang pendidikan yang baru.
Kepala SMPN 3 Kertosono, Sentot Hasan, melalui Humas SMPN 3 Kertosono, Eko, menyampaikan bahwa MPLS tahun ini bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenalkan fasilitas fisik sekolah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi fondasi awal untuk menanamkan nilai-nilai luhur Profil Pelajar Pancasila kepada para siswa.
"Melalui MPLS ini, kita tidak hanya menyambut kehadiran keluarga baru, tetapi juga mulai mengukir karakter mereka. Kami ingin memastikan siswa-siswi SMPN 3 Kertosono tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi," ujar Eko saat ditemui di ruangannya, Senin (13/7/2026).
Eko menjelaskan, selama masa orientasi, ratusan calon murid kelas 7 tersebut dibekali dengan berbagai materi esensial dan edukatif. Materi tersebut meliputi Wawasan Wiyata Mandala, kesadaran berbangsa dan bernegara, pengenalan kurikulum baru, hingga sosialisasi intensif mengenai pencegahan perundungan (anti-bullying) demi menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan aman.
"Tidak hanya menerima materi di dalam kelas, kreativitas dan kerja sama tim para siswa juga diasah melalui berbagai aktivitas luar ruangan (outdoor) serta pengenalan ekstrakurikuler sekolah," kata Eko.
Selain berfokus pada siswa baru, kehadiran pihak Koramil dan Kepolisian di tengah siswa kelas 8 dan 9 juga berhasil membakar semangat nasionalisme dan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
"Tidak hanya menerima materi di dalam kelas, kreativitas, ketahanan fisik, dan kerja sama tim para siswa di semua tingkatan kelas juga diasah melalui berbagai aktivitas luar ruangan (outdoor)," terang Eko.
Ketika disinggung mengenai maraknya isu kenakalan remaja di luar lingkungan sekolah, Eko menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk mengambil langkah preventif atau pencegahan sejak dini, alih-alih bersikap pasif.
"Terkait maraknya isu kenakalan remaja, kami di SMPN 3 Kertosono berkomitmen untuk mengambil langkah preventif atau pencegahan sejak dini. Kehadiran Bapak-Bapak dari Kepolisian dan Koramil dalam pelatihan karakter kelas 8 dan 9, serta materi anti-bullying di MPLS kelas 7, adalah jawaban nyata kami. Kami ingin membentengi anak-anak dengan pemahaman hukum dan agama yang kuat, sehingga mereka tahu mana yang benar dan mana yang merugikan masa depan mereka. Sekolah harus menjadi rumah yang aman dan mencetak generasi yang taat aturan," tegas Eko.
Melalui rangkaian kegiatan intensif ini, Eko menaruh harapan besar bagi masa depan seluruh peserta didik. Program ini dirancang bukan hanya untuk jangka pendek, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak.
"Kami berharap besar agar kegiatan ini dapat menjadikan anak-anak didik tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih bagus, disiplin, dan tangguh. Tujuan akhirnya adalah agar kelak, seluruh lulusan dari SMPN 3 Kertosono tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki moralitas yang kuat serta senantiasa berbudi pekerti luhur di tengah masyarakat," tutup Eko.
Seluruh rangkaian kegiatan MPLS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif bagi para siswa untuk meraih prestasi gemilang, baik di bidang akademik maupun non-akademik, dengan tetap menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

