Geger! Penemuan Jasad Pria di Sungai Kuncir Ngetos, Ternyata Warga Berbek yang Hanyut

Korban diketahui berinisial AR (35), warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah.

12 Apr 2026 - 17:27
Geger! Penemuan Jasad Pria di Sungai Kuncir Ngetos, Ternyata Warga Berbek yang Hanyut
Penemuan sesosok mayat laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai pada Minggu pagi (12/04/2026).(Foto Humas Polres Nganjuk for SJP)

NGANJUK, SJP – Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Kuncir, Kecamatan Ngetos dikejutkan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai pada Minggu (12/04/2026) pagi. Korban diketahui berinisial AR (35), warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sukamto, seorang pemilik warung di pinggir sungai, sekitar pukul 05.15 WIB. Saat hendak membuka warung dan melakukan rutinitas bersih-bersih, pandangannya tertuju pada objek mencurigakan yang tersangkut di tengah aliran sungai.

​"Saya melihat sesuatu menyerupai tubuh manusia tanpa busana yang menyangkut di bebatuan. Setelah dipastikan bahwa itu adalah mayat, saksi segera menghubungi rekannya, Agus Wiyanto," ungkap Sukamto

​Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, membenarkan laporan penemuan jasad tersebut. Menurutnya, laporan diterima dari warga sesaat setelah saksi mata melihat adanya tubuh manusia yang tersangkut di bebatuan sungai.

​"Benar, pagi tadi sekitar pukul 05.15 WIB, Polsek Ngetos menerima laporan terkait penemuan mayat di Sungai Kuncir. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban," ujar Iptu Fajar.

​Iptu Fajar menjelaskan bahwa setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim Inafis Polres Nganjuk menggunakan metode pemeriksaan sidik jari untuk memastikan jati diri korban.

​"Dari hasil pemeriksaan tim Inafis, diketahui identitas korban adalah Abdur Rohman (35), warga Dusun/Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek. Korban berprofesi sebagai wiraswasta," jelasnya.

​Berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga dan keterangan saksi-saksi, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa. Korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu sore, 11 April 2026.

​Iptu Fajar menambahkan bahwa pemeriksaan medis awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan pada tubuh korban. Kematian diduga kuat murni akibat terseret arus sungai (hanyut).

​"Pihak keluarga, dalam hal ini ayah korban, telah mengonfirmasi identitas tersebut. Keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah murni," pungkas Iptu Fajar.

​Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Berbek untuk proses pemakaman. Pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. (*) 

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow