Gegara Infrastuktur Jalan di Gresik Minim Penerangan, Satu Nyawa Melayang

Insiden ini menggambarkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik diduga melakukan pembiaran fasilitas publik yang rusak hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas fatal.

17 Dec 2025 - 10:00
Gegara Infrastuktur Jalan di Gresik Minim Penerangan, Satu Nyawa Melayang
TKP kecelakaan di Jalan Raya Larangan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik yang gelap dan membahayakan prngguna jalan. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Infrastruktur jalan minim penerangan di Kabupaten Gresik kembali memakan korban jiwa. Alvianti Manda Rizky (22), warga Desa Driyorejo, tewas mengenaskan setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Larangan, Kecamatan Driyorejo, pada Selasa (16/12/2025) malam. 

Insiden ini menggambarkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik diduga melakukan pembiaran fasilitas publik yang rusak hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas fatal.

Peristiwa bermula saat korban yang mengendarai Honda PCX bernopol S 3840 TV melaju dari arah timur ke barat. 

Nahas, di badan jalan yang gelap, sebuah truk diesel terparkir tanpa peringatan atau tanda. Benturan keras dengan truk diesel tersebut membuat korban terpental ke sisi kanan jalan.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, mengonfirmasi bahwa pada saat yang bersamaan, truk trailer B 9008 UEH yang dikemudikan Mochamad Soleh (32) melintas di jalur tersebut.

"Korban terpental lalu masuk ke kolong truk trailer dan terlindas ban belakang sebelah kiri. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP)," ungkap Kompol Musihram saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025). 

Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Anwar Medika untuk proses visum. Hasil olah TKP sementara menunjukkan adanya akumulasi faktor penyebab kecelakaan. 

Selain aspek kehati-hatian pengendara, polisi membeber data bahwa kondisi jalan yang gelap gulita serta keberadaan truk yang parkir sembarangan di bahu jalan diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan.

"Kondisi jalan yang gelap dan adanya kendaraan yang parkir di badan jalan menjadi faktor signifikan dalam kecelakaan ini," tambah dia.

Tragedi ini memicu kemarahan publik di media sosial. Akun Instagram @gresikspecial menyebut bahwa insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan dampak nyata dari buruknya tata kelola infrastruktur dan pengawasan jalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) atau Pemkab Gresik.

"Lokasi jalan tidak ada penerangan. Truk bermasalah tidak memberi rambu-rambu. Pemkab Gresik, sampai kapan wargamu harus mati di jalan?" tulis unggahan akun tersebut yang langsung dibanjiri ratusan komentar senada itu.

Masyarakat juga memandang kontradiksi Gresik sebagai kota industri besar namun memiliki fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang minim serta penertiban jam operasional truk yang dianggap ngawur. 

Komentar warga di media sosial menunjukkan akumulasi kekecewaan terhadap pemeliharaan jalan rusak dan pengawasan parkir liar yang kerap diabaikan otoritas terkait.

"Prihatin kondisi Gresik," ujar akun @barukh_wk31.

"Dalan rusak, lampu jalan mati, jam operasi truk awuran. Dishub gak ngawasi parkir Pasar Gresik yang tanpa karcis. Tambai maneh sing paham liyane," pungkas akun @hadi_gondezt.

Tragedi yang menimpa Alvianti menjadi rapor merah di akhir tahun bagi Pemkab Gresik. Publik kini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar evakuasi korban, melainkan perbaikan fasilitas penerangan agar Jalan Raya Larangan tidak terus menjadi jalur maut bagi warga lokal. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow