Gandeng Organisasi, Bawaslu Kota Probolinggo Ajak Mahasiswa Awasi Demokrasi

Bawaslu Kota Probolinggo yang tengah menjalin (MoU) bersama sejumlah organisasi kepemudaan pada Jumat (20/06/2025) itu diharapkan untuk bersama-sama mengawal demokrasi

20 Jun 2025 - 17:01
Gandeng Organisasi, Bawaslu Kota Probolinggo Ajak Mahasiswa Awasi Demokrasi
Sejumlah organisasi kemahasiswaan saat mengawal demokrasi dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah organisasi kepemudaan pada Jumat (20/06/2025) (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo kembali memperkuat komitmennya dalam mengawal demokrasi dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah organisasi kepemudaan pada Jumat (20/6/2025). 

Acara yang digelar di Kantor Bawaslu Jalan dr. M. Saleh ini dihadiri oleh perwakilan dari PMII, GMNI, HMI, dan IMM.  

Putut Gunawarman, Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, menyatakan, kerja sama ini merupakan bukti sinergi antara Bawaslu dan ormas dalam mengawal proses demokrasi. 

"Harapannya, kerja sama ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan ke depannya," ujar Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat ini.

Ia menekankan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar formalitas tanda tangan, melainkan juga diikuti dengan aksi nyata. 

Salah satunya adalah pembuatan konten podcast bersama untuk membahas isu-isu demokrasi dan pemilu. 

 "Kami berharap Bawaslu bisa memfasilitasi pembuatan podcast sebagai media edukasi yang lebih inklusif," ujar Ketua PMII Probolinggo Dedi Bayu Angga.

Sementara Ketua DPC GMNI Probolinggo, Devia Rosa Amalinda menegaskan bahwa kerja sama ini harus melampaui seremoni. 

"Harus ada aksi nyata dan komitmen jangka panjang bukan sekadar seremoni saja," tegasnya.

Menanggapi berbagai masukan, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo, Johan Ade, menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara luas, termasuk melalui surat ke berbagai instansi dan takmir masjid. 

"Kerja sama kita tidak hanya podcast, tetapi juga dalam bentuk lain," jelasnya.  

Ia mengakui keterbatasan anggaran, namun memastikan bahwa Bawaslu tetap berupaya maksimal menjalankan program. 

"Contohnya, acara MoU ini tidak menggunakan anggaran Bawaslu, melainkan dari swadaya," ungkapnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow