Festival Layang-layang Jadi Ikon Tahunan di Gresik, 70 Tim Berbagai Daerah Unjuk Gigi

Kendala cuaca tak menyurutkan antusias peserta Festival Layang-layang yang digelar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Puluhan tim berbagai daerah unjuk gigi.

27 Oct 2025 - 19:41
Festival Layang-layang Jadi Ikon Tahunan di Gresik, 70 Tim Berbagai Daerah Unjuk Gigi
Foto: Festival Layang-layang yang digelar di Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP - Meski terkendala cuaca, para pelayang tetap antusias meramaikan festival layangan yang digelar secara tahunan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Sebanyak 70 tim dari berbagai daerah unjuk gigi meramaikan festival layang-layang yang digelar di persawahan Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, pada Minggu (26/10/2025) kemarin. 

Kepala Desa Dohoagung Waskito Adi, mengatakan karena cuaca yang kurang mendukung, festival layang-layang ini digelar hanya skala provinsi. 

"Yang biasanya itu nasional, internasional, kendala cuaca sehingga kita mengadakan tingkat provinsi saja. Walaupun cuaca yang tidak bersahabat tentunya para pelayang antusias tetap mengikuti kegiatan festival di Desa Dohoagung ini," kata Waskito, Senin (27/10/2025).

Waskito menyampaikan, dari penyelenggaraan festival layang-layang ini dirinya berharap akan menjadi sebuah ikon di Desa Dohoagung. Ia menyebut, penyelenggaraan festival layang-layang ini tidak banyak digelar di Provinsi Jawa Timur. 

Desa Dohoagung, merupakan satu-satunya event yang akan dikenali oleh para pelayang. Para pelayang luar daerah Kabupaten Gresik juga turut hadir seperti Mojokerto, Tuban, Malang, hingga luar provinsi Jogja dan Kabupaten Sleman. 

"Dengan adanya festival ini, warga bisa berjualan di lokasi menghidupkan perputaran perekonomian desa," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu peserta asal Kabupaten Sleman, Dendi Dermawan Juni Dianta, mengaku sudah ketiga kalinya mengikuti festival layang-layang di Desa Dohoagung, Kabupaten Gresik, ini.

Bersama tim, ia menyebut membawa sebanyak empat layang-layang dengan jenis yang berbeda yakni bentuk tradisional, naga ukuran besar, dan naga berukuran kecil. Festival tahun ini cukup menantang karena menerbangkan layang-layang ditengah cuaca gerimis.

"Walaupun cuaca sedikit gerimis, tapi alhamdulillah angin sore sudah datang dan layangan juga sudah bisa terbang," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow