Perempuan Tewas Tertabrak KA Matarmaja di Blitar, Diduga Bunuh Diri

Warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar digemparkan dengan peristiwa tewasnya seorang perempuan yang tertabrak kereta api (KA) di perlintasan KA KM 114+1/2 Kelurahan Bence. Diduga kuat, perempuan itu tewas karena bunuh diri dengan cara menabrakan diri.

27 Oct 2025 - 19:58
Perempuan Tewas Tertabrak KA Matarmaja di Blitar, Diduga Bunuh Diri
Petugas saat mengevakuasi jasad perempuan yang tertabrak KA di Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar digemparkan dengan peristiwa tewasnya seorang perempuan yang tertabrak kereta api (KA) di perlintasan KA KM 114+1/2, Kelurahan Bence pada Senin (27/10/2025) pukul 09.07 WIB.

Korban diketahui berinisial S (56) warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Saat kejadian, S tertabrak kereta api Matarmaja yang melintas dari arah timur menuju ke barat.

Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut menyampaikan berdasarkan keterangan dari seorang penjaga palang pintu KA di JPL 176 disebutkan jika korban korban berada di pinggir rel sekitar 200 meter dari pos jaga. Sesaat sebelum kereta lewat, korban tiba-tiba menundukkan badan dan tengkurap di atas rel, hingga akhirnya tertabrak kereta yang melintas cepat.

“Korban langsung tertabrak dan meninggal di tempat. Bagian kepala dan tubuh korban mengalami luka berat,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pihak kepolisian bersama unit Inafis Polres Blitar mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang milik korban, di antaranya cincin, kalung, anting, uang Rp20 ribu, dan sepeda motor Honda Beat AG 4956 KDB.

Menurut Ipda Putut, dari keterangan pihak keluarga, korban akhir-akhir ini diketahui tengah menghadapi banyak persoalan pribadi yang membuatnya murung. Keluarga menduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis di perlintasan kereta api tersebut.

"Keterangan keluarga menyebutkan kalau korban memang beberapa hari terakhir terlihat murung, dan tengah menghadapi banyak masalah. Kemunculan ini yang membuatnya nekat mengakhiri hidup dengan cara seperti ini," kata dia.

Ipda Putut menambahkan jasad S langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Editor : Rizqi Ardian
Disclaimer :
 Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow