Event Tahunan di Kota Blitar Dinilai Mampu Genjot PAD

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar menilai event tahunan yang digelar diwilayahnya mampu menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Ada beberapa event tahunan yang digelar di Kota Blitar dan mampu meningkatkan jumlah pengunjung atau wisatawan.

04 Aug 2025 - 21:47
Event Tahunan di Kota Blitar Dinilai Mampu Genjot PAD
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Edy Wasono. (Foto:Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Sejumlah event tahunan yang digelar di Kota Blitar dinilai mampu menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Edy Wasono. Beberapa event tahunan yang digelar di Kota Blitar, meliputi Drama Kolosal Pemberontakan Peta yang berlangsung pada bulan Februari, kemudian Hari Jadi Kota Blitar di bulan April, Bulan Bung Karno yakni hari kelahiran dan wafatnya Presiden Pertama RI Indonesia Ir Soekarno setiap bulan Juni, lalu Blitar Ethnic National (BEN) Carnival di bulan Agustus, dan sejumlah event lain yang digelar pada akhir tahun.

"Event-event tahunan ini selalu ramai mendatangkan wisatawan, terlebih pada bulan Bung Karno. Jadi, promosi yang kami lakukan ini secara tidak langsung bisa menggenjot PAD," ungkap Edy, Senin (4/8/2025).

Melalui sejumlah event tahunan tersebut, pada tahun 2024 lalu target PAD di Disbudpar melampaui target, dari Rp2,1 miliar, bisa tercapai sebesar Rp2,4 miliar.

Edy menyebut pada tahun ini target PAD sedikit mengalami peningkatan yakni sebesar Rp2,2 miliar dan ia optimistis target tersebut bisa tercapai.

"Kami yakin bisa mencapai dan bahkan melampaui target, lewat promosi dengan penyelenggaraan berbagai event di Kota Blitar," kata dia.

Selain mampu menarik wisatawan dengan jumlah besar, Edy menambahkan penyelenggaraan berbagai event di Kota Blitar juga mampu menggerakkan perekonomian. Seperti, pertumbuhan UMKM, pelaku seni dan sektor ekonomi kreatif di wilayahnya.

Dia mencontohkan pada bulan Bung Karno, jumlah pengunjung mencapai 5 ribu orang per hari. Sedangkan, pada hari biasa hanya seribu orang per hari. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow