Evaluasi Program Sekolah Unggulan di Malang, Tantangan Besar di Balik Program Ambisius
Meski diwarnai klaim optimisme, forum evaluasi ini juga membeber bukti program terhadap mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang, mengingat target ambisius pemkab untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan dalam lima tahun ke depan.
MALANG, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menggelar Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan 2025.
Pertemuan yang dilaksanakan di el Hotel Malang, Selasa (9/12/2025) ini sejatinya menjadi momen evaluasi untuk memetakan efektivitas program yang telah berjalan sejak Oktober, hasil kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM).
Meski diwarnai klaim optimisme, forum evaluasi ini juga membeber bukti program terhadap mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang, mengingat target ambisius pemkab untuk menjadikan seluruh sekolah sebagai sekolah unggulan dalam lima tahun ke depan.
Wakil Bupati Lathifah menekankan bahwa evaluasi ini adalah titik kontrol vital untuk memastikan arah program.
"Kita ingin memastikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak pada peningkatan mutu sekolah," ujar Lathifah.
Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan secara komprehensif mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga paguyuban orang tua, menunjukkan cakupan program yang luas.
Namun, di tengah klaim antusiasme dari sekolah yang telah ia tinjau, Wabup Lathifah memberikan penekanan tajam, hasil program ini disebutnya wajib diimbaskan secara luas, termasuk kepada sekolah swasta.
Penekanan ini secara implisit menunjukkan bahwa keberhasilan program unggulan tidak boleh berhenti pada 17 sekolah percontohan yang didampingi, tetapi harus menjadi katalisator bagi ratusan sekolah lain yang menunggu perbaikan.
Sementara, Kepala Dindik Kabupaten Malang, Bagus Sulistiawan, mengakui tantangan untuk tidak menjadikan program ini sekadar slogan.
Ia menyatakan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan.
"Kami ingin memastikan program ini berjalan bukan hanya sebagai slogan, tetapi betul-betul berdampak pada tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, dan moral mental pendidikan," kata Bagus.
Ia menyebut bahwa pembangunan peradaban pendidikan yang kuat tidak cukup hanya dilihat dari fasilitas gedung, melainkan dari DNA kepemimpinannya.
"Yang penting berhasil dulu, karena sekolah lain sedang menunggu. Dalam lima tahun kita ingin semua sekolah menjadi sekolah unggulan," pungkasnya.
Terpisah, Ketua Pelaksana kegiatan dari UM, Dr. Ahmad, membenarkan bahwa tahun 2025 adalah fase fondasi atau penguatan dasar.
"Ibarat bangun rumah, kita masih memperkuat dasar. Tahun 2026 kita mulai bisa berlari lebih kencang," jelas dia.
Ahmad mengungkapkan bahwa dari total 11 kegiatan utama yang menjadi fondasi sekolah unggulan, sebagian besar telah terselesaikan.
"Ada 11 kegiatan utama. Mulai dari studi visibilitas, perencanaan strategis, kurikulum, pembinaan mata pelajaran inti, karakter, teknologi informasi, seni budaya, kearifan lokal, hingga penguatan manajemen organisasi. Hari ini adalah kegiatan ke-10 yaitu evaluasi dan refleksi. Tinggal satu lagi penyusunan laporan akhir," terangnya.
Ia menegaskan kesiapan UM melanjutkan pendampingan apabila kembali dipercaya Pemkab Malang.
"Kami berharap diminta kembali. Tentu kami bekerja optimal dan tidak mau mengecewakan. Kerja sama ini bagi kami sangat berharga," tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

