Empat SD Negeri di Ponorogo Hanya Dapat Satu Siswa

Guru kelas SDN 2 Nglumpang Hermy Nurdyah katakan tidak ada kesulitan meskipun hanya mengajar satu siswa

17 Jul 2024 - 12:00
Empat SD Negeri di Ponorogo Hanya Dapat Satu Siswa
Siswi baru di SDN 2 Nglumpang yang sedang proses belajar mengajar di kelas (Beritasatu.com/Gayuh Satria Wicaksono)

Ponorogo, SJP -  Setelah sebelumnya beberapa sekolah dasar negeri (SDN) di Ponorogo tidak mendapat siswa sama sekali, ada empat SDN yang hanya mendapatkan satu orang siswa.

Keempat SDN tersebut, yakni SDN 4 Ngadirojo Kecamatan Sokoo, SDN 1 Kauman Kecamatan Kauman, SDN Sukosari Kecamatan Kauman, dan SDN 2 Nglumpang Kecamatan Mlarak.

Selain itu juga ada sebanyak 11 SDN yang hanya mampu mendapatkan dua orang siswa saja.

Di SDN 2 Nglumpang hanya mendapat satu orang siswa perempuan bernama Aisyahbirin (7).

Ia pilih SDN 2 Nglumpang karena memang dekat dengan rumah, dan sebelumnya sang kakak juga bersekolah di sekolah tersebut.

Meski hanya seorang diri, Aisyahbirin tetap semangat belajar di kelas dan terkadang bergabung dengan kakak kelasnya untuk pelajaran tertentu dan bermain dengan siswa yang lain. 

Tak ada kata canggung baginya meskipun harus berbaur dengan kakak kelasnya.

“Senang sekolah di sini,” kata Aisyahbirin.

Guru kelas SDN 2 Nglumpang Hermy Nurdyah katakan tidak ada kesulitan meskipun hanya mengajar satu siswa.

Ia sebut Aisyahbirin beruntung karena anak tersebut cepat untuk menyerap pelajaran dan teman-teman baru meskipun kakak kelasnya.

“Ya nantinya lebih privat, karena kan cuma satu. Anaknya sudah mandiri, bisa nulis,” kata Hermy.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SDN 2 Nglumpang Kunindyo Basuki Raharjo tuturkan berbagai upaya sudah dilakukan untuk memperoleh siswa, seperti mendata anak-anak TK, dan menggratiskan biaya sekolah.

Namun, karena minimnya jumlah anak usia SD di sekitar sekolah membuat minimnya pendaftar.

“Wilayah kita memang hanya satu dusun, sedangkan mitra kerja kita, yakni taman kanak-kanak hanya meluluskan satu orang anak saja, lainnya belum cukup usia masuk SD,” ungkap Kunindyo.

Untuk menggaet siswa baru dari wilayah lain pun pihaknya juga kesulitan, karena banyak sekolah swasta dan madrasah yang membuat persaingan untuk memperoleh siswa semakin ketat.

Padahal jika melihat prestasi sekolahnya juga tidak kalah dengan sekolah lain.

“Kalau prestasi sebenarnya banyak, bahkan ada alumni SD ini yang mendapatkan beasiswa perguruan tinggi di Singapura,” ujar Kunindyo. (**)

Sumber: Beritasatu/Gayuh Satria Wicaksono 

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow