Ekskavasi Candi Tondowongso: Jejak Abad ke-11 yang Lama Terkubur Letusan Kelud

Ekskavasi Candi Tondowongso di Kediri kembali digelar. Situs peninggalan abad ke-11 era Mataram Kuno ini terbongkar setelah lama terkubur material letusan Gunung Kelud.

25 Aug 2025 - 23:28
Ekskavasi Candi Tondowongso: Jejak Abad ke-11 yang Lama Terkubur Letusan Kelud
Candi Tondowongso di Kediri, Jawa Timur. (Foto: Beritasatu.com/M Muajijin)

KEDIRI, SJP – Setelah berabad-abad terkubur material vulkanik Gunung Kelud, Candi Tondowongso di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, akhirnya kembali digali. Pemerintah Kabupaten Kediri menggandeng balai arkeologi Yogyakarta untuk melanjutkan ekskavasi situs bersejarah ini.

Sebanyak 15 arkeolog turun langsung melakukan penggalian tanah yang menutup area situs. Kegiatan ekskavasi dijadwalkan berlangsung 10 hari, dengan fokus utama menyingkap struktur asli bangunan candi.

Hasil sementara menunjukkan adanya gugusan bangunan yang diduga merupakan candi dan mandala, tempat pembelajaran agama Hindu pada masa itu. Nantinya, struktur yang berhasil terkuak akan diberikan pelindung khusus agar terjaga dari kerusakan.

Tak hanya sekadar penelitian, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata budaya. Situs Candi Tondowongso sendiri merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sekitar tahun 1006 Masehi atau abad ke-11, dengan luas lahan mencapai 9.700 meter persegi.

Candi Tondowongso pertama kali ditemukan pada 2006, lalu diteliti intensif oleh instansi dari Yogyakarta sejak 2008 hingga 2018. Ekskavasi sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, dan baru kembali dilanjutkan pada 2025.

“Situs Tondowongso berbentuk candi yang terdiri atas candi utama, candi perwara, dan gapura atau pintu masuk. Dari pemeriksaan, candi ini berasal dari era Mataram Kuno abad ke-11 dengan luas sekitar 9.700 meter persegi yang memiliki beberapa ruang,” jelas Kabid Cagar Budaya dan Nilai Tradisi Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priatno, Senin (25/8/2025).

Selain struktur bangunan, sejumlah artefak berharga juga ditemukan di area situs. Di antaranya arca Dewa Syiwa Catur Muka, arca Durga Mahesasuramardini, kepala Syiwa, yoni, lingga, Dewa Surya, hingga Lembu Nandi. Seluruh benda bersejarah tersebut kini tersimpan rapi di Museum Kabupaten Kediri.

Ekskavasi ini bukan sekadar membuka lapisan tanah, melainkan membuka kembali ingatan sejarah Jawa yang lama terpendam, sekaligus menjadi pintu bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung warisan leluhur yang nyaris terlupakan. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow