Dukung Pameran "Two Nation" di Museum De Javasche Bank, BI Pacu Daya Tarik Wisata Kota Lama Surabaya
"Berdasarkan data Biro Pusat Statistik, kunjungan wisatawan di Surabaya terus meningkat setiap tahunnya, dan keberadaan kota lama dengan daya tarik sejarahnya memiliki peran penting dalam tren positif ini,"
SURABAYA, SJP - Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menunjukkan dukungan penuh terhadap pameran "Two Nations: a Friendship is Born" oleh konsul Jenderal Australia untuk Hawa Timur dan Jawa Tengah, yang diadakan di Museum De Javasche Bank, Surabaya.
Deputi Kepala BI Jawa Timur, Muhammad Noor Nugroho, menyatakan bahwa pameran yang digelar ini sejalan dengan visi Bank Indonesia dalam mengembangkan kawasan wisata kota lama sebagai destinasi bersejarah yang menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Kami dari Bank Indonesia sangat mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini, dan kami berterima kasih kepada Konsul Jenderal Australia, Glen Askew, atas pemilihan Museum De Javasche Bank sebagai tempat pameran," ungkap Nur, Selasa (19/11/2024).
Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran pameran ini tidak hanya mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia tetapi juga memberikan dampak positif pada pengembangan wisata kota lama Surabaya.
Noor juga menyoroti bahwa Bank Indonesia memiliki komitmen kuat untuk terus mempromosikan Museum De Javasche Bank sebagai ikon wisata sejarah Surabaya.
"Dengan adanya museum ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di kawasan kota lama," jelasnya.
"Berdasarkan data Biro Pusat Statistik, kunjungan wisatawan di Surabaya terus meningkat setiap tahunnya, dan keberadaan kota lama dengan daya tarik sejarahnya memiliki peran penting dalam tren positif ini," imbuh Noor.
Menurutnya, kehadiran Museum De Javasche Bank bersama sejumlah spot wisata utama lainnya di Surabaya, seperti Tugu Pahlawan dan kawasan Ampel, menjadi daya tarik kuat bagi para pengunjung yang tertarik mengeksplorasi sejarah kota ini.
Bank Indonesia melihat potensi besar dalam mengembangkan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata sejarah, dan dukungan pada acara-acara seperti pameran ini diharapkan semakin memperkuat citra kota lama sebagai destinasi wisata unggulan.
Noor Nugroho juga menambahkan, masukan dari Pj Sekda Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemiarsono, turut memperkaya upaya tersebut dengan gagasan untuk meningkatkan kerja sama lintas budaya.
“Pak Bobby memberikan masukan penting terkait kerja sama budaya ini. Contohnya, pameran ini menampilkan dasar sejarah hubungan kuat antara Indonesia dan Australia, yang bisa menjadi dasar kolaborasi lebih luas antara kedua negara di masa depan,” tambahnya.
Ia berharap, dukungan Bank Indonesia pada pameran Two Nations: a Friendship is Born bisa menjadi langkah awal yang menginspirasi berbagai program serupa di masa mendatang.
"Kami ingin agar kota lama Surabaya semakin hidup dengan acara-acara yang mengangkat sejarah dan budaya, sehingga masyarakat dan wisatawan semakin tertarik datang dan belajar lebih dalam tentang perjalanan panjang kota ini," tutup Noor Nugroho.
Pameran ini terbuka untuk umum di Museum De Javasche Bank mulai 19 November hingga 6 Desember 2024, dan setelah Surabaya akan dilanjutkan ke Yogyakarta. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

