Dua Warga Kota Probolinggo Meninggal Karena Leptospirosis, Masyarakat Diimbau Waspada

Leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui air, di mana urine penderita menjadi sumber utama penularan.  Bakteri leptospira memiliki kemampuan untuk bergerak cepat dalam air, sehingga dapat menginfeksi inang baru dengan mudah.

21 Mar 2024 - 10:15
Dua Warga Kota Probolinggo Meninggal Karena Leptospirosis, Masyarakat Diimbau Waspada
Bakteri leptospira yang menjadi sumber penyakit, bisa menular melalui cairan ulir atau luka kulit yang harus diwaspadai masyarakat termasuk Kota Probolinggo (Ilustrasi SJP)

Kota Probolinggo, SJP - Musim hujan yang sering terjadi belakangan ini telah meningkatkan risiko berbagai penyakit yang dapat menyerang masyarakat. 

Salah satunya adalah leptospirosis yang telah telan korban di Kota Probolinggo dengan dua orang meninggal dunia dari tiga kasus yang terjadi dalam tiga bulan terakhir. 

Bahkan, Pemkot Probolinggo telah mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) leptospirosis. 

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Asri Wahyuningsih, meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis selama musim hujan sangat penting. 

Meskipun kasus ini jarang terjadi, namun jika tidak segera diobati dan ditangani, dapat berakibat fatal.

"Tahun 2024 hingga Maret ini, terdapat 3 kasus leptospirosis. Dua di antaranya menyebabkan kematian," ungkap Asri, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo, Nurul Hasanah Hidayati Kamis, (21/03). 

Pada tahun 2023, terdapat 8 kasus, di mana 2 di antaranya juga berujung pada kematian. 

Menurutnya, semua daerah rentan terhadap leptospirosis selama musim hujan karena genangan air, sampah, dan tempat-tempat yang disukai oleh tikus.

Leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui air, di mana urine penderita menjadi sumber utama penularan. 

Bakteri leptospira memiliki kemampuan untuk bergerak cepat dalam air, sehingga dapat menginfeksi inang baru dengan mudah. 

Banyak hewan juga dapat menjadi sumber penularan leptospirosis, terutama tikus.

Hujan deras mempercepat penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir.

Di Indonesia, termasuk Kota Probolinggo, penularan leptospirosis sering terjadi melalui tikus saat banjir. 

Banjir mengakibatkan perubahan lingkungan yang memungkinkan bakteri leptospira berkembang biak dengan cepat. 

Penularan dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung melalui media, seperti kontak dengan cairan urin, luka kulit, atau kontak seksual.

Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis, terutama di daerah rawan seperti daerah banjir, persawahan, pemukiman kumuh, dan tempat-tempat dengan faktor risiko tinggi.(*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow