Dua Warga Binangun Blitar yang Rumahnya Hanyut Gegara Banjir Bandang, Akhirnya Menempati Huntara
Dua warga Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar akhirnya bisa menempati hunian sementara (huntara). Secara resmi, telah diserahkan oleh Bupati Blitar, pada Kamis (27/3/2025).
BLITAR, SJP - Dua warga Desa Sambigede, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar akhirnya bisa menempati hunian sementara (huntara). Setelah sebelumnya, pada Desember 2024 lalu rumahnya hanyut atau terbawa arus banjir bandang.
Kedua warga yang bisa menghuni huntara itu bernama Marsim dan Mesilah. Secara simbolis bantuan huntara itu diserahkan oleh Bupati Blitar, pada Kamis (27/3/2025).
Saat dikonfirmasi, Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, kedua warganya yang menerima huntara ini kondisinya memprihatinkan, yakni sudah berusia lanjut usia dan hidup sendiri. Dengan menghuni huntara, mereka bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.
"Kebetulan orang yang terkena musibah ini orang yang tidak berdaya. Bu Mesilah ini kondisinya buta, tinggal sendiri, harta benda termasuk hewan peliharaannya, sapi, hilang terbawa banjir bandang," kata dia, Kamis (27/3/2025).
Kedua warga ini juga mendapat sejumlah fasilitas pendukung di hunian sementara (huntara), yakni alas tidur, jaringan listrik, tandon air, kompor dan lain sebagainya.
Rijanto mengaku juga akan menindaklanjutinya keluhan kedua warga ini soal belum adanya fasilitas dapur di huntara. Nantinya, akan dibangun dapur secara gotong royong menggunakan anggaran dari desa dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Kami juga mendapat keluhan dari mereka soal belum adanya dapur. Nanti akan dibangun, tapi menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat," ujarnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggunglangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto menerangkan, pembangunan dua unit huntara ini dilakukan sejak 1-25 Maret 2025, menggunakan anggaran yang bersumber dari BTT Provinsi Jawa Timur. Masing-masing huntara mendapat jatah anggaran senilai Rp 50 juta.
"Pembangunan dimulai awal Maret kemarin dan tidak sampai satu bulan sudah selesai. Anggaran dari BTT Provinsi Jawa Timur," terangnya.
Sekedar diketahui, bencana banjir bandang terjadi di beberapa Desa Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar pada Desember 2024. Totalnya ada 25 unit rumah rusak dan dua diantara hanyut terbawa banjir, jalan penghubung antar Desa putus, hingga Tempat Pemakaman Umum (TPU) rusak. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

