DPRD Gresik Desak Evaluasi Lapangan Tembak Buntut Siswa Terkena Peluru Nyasar

Dalam pertemuan tersebut, lembaga legislatif ini berkomitmen menjembatani mediasi dan melayangkan surat resmi ke kesatuan terkait demi menuntut transparansi serta memastikan keselamatan lingkungan warga.

08 Apr 2026 - 08:00
DPRD Gresik Desak Evaluasi Lapangan Tembak Buntut Siswa Terkena Peluru Nyasar
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan orang tua korban yang terkena peluru nyasar di Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — DPRD Kabupaten Gresik resmi menerima aduan keluarga siswa SMPN 33 Gresik yang menjadi korban dugaan peluru nyasar pada Senin (6/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, lembaga legislatif ini berkomitmen menjembatani mediasi dan melayangkan surat resmi ke kesatuan terkait demi menuntut transparansi serta memastikan keselamatan lingkungan warga.

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, mendorong penyelesaian persoalan secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan keadilan bagi korban. 

Syahrul menegaskan bahwa pemulihan kondisi korban, baik fisik maupun psikologis, harus menjadi prioritas utama.

"Kita akan menyiapkan surat untuk disampaikan ke pihak kesatuan, terutama dalam hal keselamatan di lingkungan lapangan tembak. Pihaknya juga meminta agar segera dilakukan upaya mediasi yang konkret antara kedua belah pihak agar kasus ini segera selesai," kata dia.

Syahrul berharap kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia menyebut pihak kesatuan harus melakukan evaluasi keamanan dalam aktivitasnya yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari tempat kejadian korban terkena peluru nyasar. 

"Kami tidak menginginkan terutama anak-anak didik kami, warga Gresik yang radiusnya sangat berdekatan dengan lapangan tembak. Ini kami tidak menginginkan mereka menjadi korban selanjutnya," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu orang tua korban, Dewi, menceritakan nasib pilu yang dialami anaknya yang terluka akibat dugaan peluru nyasar dari pihak kesatuan di lingkungan sekolah. 

Kronologi kejadian dugaan peluru nyasar yang dialami anaknya, Darrell Fausta Hamdani (14), dan temannya, Renheart (14), terjadi saat mereka mengikuti kegiatan sosialisasi di musala sekolah pada 17 Desember 2025 pagi.

Menurut Dewi, peluru nyasar tiba-tiba mengenai tangan kiri anaknya hingga harus dilarikan ke Unit Kesehatan Siswa (UKS) sekolah. Berdasarkan pemeriksaan dokter, peluru menembus dan meremukkan tulang punggung tangan kiri Darrell sehingga harus dipasang pen.

Sementara itu, peluru lain mengenai punggung kanan bawah Renheart, namun hanya bersarang di lapisan lemak. Dewi dan pihak sekolah menduga peluru tersebut berasal dari lapangan tembak kesatuan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kawasan sekolah korban. 

"Awalnya mereka tidak mengakui, enggak mungkin karena radiusnya cukup jauh. Namun ketika ditunjukkan hasil rontgen tersebut, nampak di situ memang benar ada peluru tajam yang menancap di punggung dan tangan anak saya," pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow