DPRD Bojonegoro Tunggu Aduan Warga soal Pencemaran Udara dari Pabrik Rokok
Aduan tersebut akan dijadikan pijakan oleh DPRD Bojonegoro untuk bertindak. Misal memanggil tinas terkait untuk memeriksa secara langsung ke lapangan
BOJONEGORO, SJP - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro mengimbau warga Kecamatan Baureno yang selama ini merasa terganggu oleh limbah pabrik rokok, agar mengadu kepada wakil rakyat agar segera ditindaklanjuti.
Sebab, menurut informasi yang diperoleh DPRD Bojonegoro, bau tidak sedap yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik rokok di Kecamatan Baureno sudah berlangsung sejak satu bulan lalu.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Imam Solihin mengimbau warga agar membuat aduan. Aduan itu akan menjadi pijakan DPRD untuk melangkah ke depan.
"Kalau tidak ada aduan, lantas kami melangkah dengan pijakan apa. Bukan sekedar isu. Kecuali kalau isu atau kejadiannya sudah betul-betul viral dan menghebohkan," ucapnya, Selasa (18/2/2025).
Jika sudah ada aduan, kata Imam, DPRD Bojonegoro akan memanggil dinas terkait untuk diajak memeriksa langsung ke lapangan secara bersama-sama.
"Kalau memang ya, dinas terkait akan kita panggil untuk cek ke lapangan bersama kami," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, aroma tidak sedap yang diduga berasal dari pabrik rokok milik PT Putera Jaya Sakti Perkasa dikeluhkan oleh warga Kecamatan Baureno.
Sebab, bau menyengat tersebut sangat mengganggu dan menyebabkan pencemaran udara. Terutama bagi warga yang berada pada radius 500 meter dari pabrik.
Bahkan, bau limbah pabrik tersebut tercium hingga radius 1 kilometer. Yakni hingga ke Desa Blongsong dan Desa Pasinan, Kecamatan Baureno.
Selain mengganggu penciuman, bau itu juga mengganggu pernafasan. Warga pun khawatir akan timbulnya bahaya kesehatan disebabkan bau yang terus menyebar ke pemukiman.
Di lain pihak, perwakilan PT Putera Jaya Sakti Perkasan, Bambang Laras membantah bau yang dikeluhkan warga berasal dari perusahaannya. Sebab, hingga saat ini belum ada komplain dari warga sekitar.
"Kalau secara tertulis atau warga datang sendiri, baru kami nanti bisa kroscek," timpalnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

