Dishub Kabupaten Malang Fokus Rekayasa Lalu Lintas Nataru di Jalur Wisata

Dishub Kabupaten Malang menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengendalian arus kendaraan khusus.

21 Dec 2025 - 22:15
Dishub Kabupaten Malang Fokus Rekayasa Lalu Lintas Nataru di Jalur Wisata
Antrean jeep wisata memadati salah satu akses menuju kawasan Bromo saat libur Nataru. (Foto : Dok. Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Dinas Perhubungan Kabupaten Malang memfokuskan rekayasa lalu lintas pada sejumlah jalur wisata utama selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya menuju Kota Batu dan kawasan wisata Bromo.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Eko Margianto menjelaskan, wilayah utara menjadi salah satu titik perhatian utama karena tingginya mobilitas kendaraan wisatawan.

“Untuk wilayah utara, kepadatan utama berada di Karanglo. Dari Karanglo ke arah barat, kepadatan juga terjadi di Karangploso, tepatnya di depan Bluder Kapas. Ini karena jalur tersebut merupakan akses utama wisata ke Batu, apalagi saat Nataru,” ujar Eko Margianto, belum lama ini.

Ia menyampaikan, meningkatnya kualitas infrastruktur jalan dan akses tol turut mendorong tingginya kunjungan wisata selama libur akhir tahun, sehingga perlu diimbangi dengan pengaturan arus lalu lintas yang terukur.

“Sekarang akses tol dan jalan sudah semakin baik, tingkat kunjungan ke Batu juga tinggi. Karena itu kami siapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik,” katanya.

Dishub Kabupaten Malang telah menyiapkan jalur alternatif di beberapa simpang strategis. Untuk arah barat, jalur alternatif disediakan di pertigaan Masjid Kembar Karangploso. Sementara untuk arah timur, antisipasi kepadatan menuju Gubukklakah sebagai jalur Bromo dilakukan dengan menyiapkan jalur alternatif melalui wilayah Pakis.

“Ke arah timur, antisipasi Gubukklakah juga kami siapkan jalur alternatif di daerah Pakis. Ini untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju kawasan Bromo,” ujar Eko.

Untuk wilayah selatan, Eko menjelaskan tidak tersedia jalur alternatif, sehingga pengaturan dilakukan melalui rekayasa lalu lintas. Rekayasa tersebut mencakup kawasan Kebonagung, Jalibar, hingga Talangagung.

“Wilayah selatan tidak ada jalur alternatif, jadi hanya rekayasa lalu lintas. Termasuk pengaturan arus ke arah Batu melalui Ngijo hingga tembus Universitas Muhammadiyah Malang,” jelasnya.

Menurut Eko, pola pengaturan tersebut sebenarnya sudah rutin diterapkan dan sebagian besar pengguna jalan telah memahami skemanya. Meski demikian, Dishub tetap memasang rambu dan penunjuk arah tambahan selama Nataru.

“Ini rutin, tapi tetap kami pasangi penunjuk arah. Termasuk pengaturan traffic light, kapan harus dihentikan atau dibuka, itu nanti kami atur sesuai kondisi kepadatan,” katanya.

Khusus untuk kendaraan menuju kawasan Bromo, Dishub bersama Polres Malang telah menyepakati kebijakan pengendalian arus melalui rest area.

“Solusinya, seluruh kendaraan yang menuju Bromo wajib masuk ke Rest Area Gubukklakah. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegas Eko.

Ia menambahkan, pos yang disiapkan di kawasan tersebut berfungsi sebagai pos pelayanan. Pengaturan volume kendaraan juga dilakukan sejak dari bawah, termasuk di Rest Area Weringin Anom dan wilayah Tumpang dengan penempatan personel di lapangan.

Dalam mendukung pengamanan dan kelancaran Nataru, Dishub menyiapkan personel di berbagai titik strategis. Di tingkat UPT terdapat sekitar 18 personel, sementara di pos pengamanan atas terdapat personel gabungan Polres dengan jumlah sekitar 30 orang.

“Kami juga menyiapkan personel pengurai di titik-titik rawan kecelakaan, terutama di jalur menuju Bromo yang memiliki medan menanjak,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Kabupaten Malang bersama pihak TNBTS juga membahas pembentukan spot-spot pemberhentian sementara menyerupai rest area di kawasan atas, menyesuaikan dengan kewenangan TNBTS.

“Di titik-titik yang sering terjadi kecelakaan, akan dipasang guard rail. Tim urai mobil kami ada tujuh unit di tujuh pos pengamanan, ditambah satu tim urai gabungan dari Polres yang bersifat on call,” pungkas Eko. (*)

Editor : Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow