Dinas PUPR Nganjuk Lakukan Normalisasi Saluran Tersier di Kertosono, Tingkatkan Jaringan Irigasi di Tiga Desa

Program normalisasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran air irigasi ke lahan pertanian warga, sekaligus mencegah genangan atau banjir kecil yang kerap terjadi saat musim hujan.

07 Jul 2025 - 16:05
Dinas PUPR Nganjuk Lakukan Normalisasi Saluran Tersier di Kertosono, Tingkatkan Jaringan Irigasi di Tiga Desa
Normalisasi saluran irigasi yang dilakukan oleh Dinas PUPR Nganjuk (Foto : Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan infrastruktur pertanian. Salah satunya dengan melakukan normalisasi saluran tersier di tiga desa di Kecamatan Kertosono.

Tiga desa tersebut yaitu Desa Nglawak, Desa Pelem, dan Desa Kepuh. Program normalisasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran air irigasi ke lahan pertanian warga, sekaligus mencegah genangan atau banjir kecil yang kerap terjadi saat musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Nganjuk, Gunawan Widagdo menyampaikan, pihaknya melakukan kegiatan normalisasi di sejumlah area pertanian di beberapa desa di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

"Ya sedang dilaksanakan berbagai proyek normalisasi di sejumlah titik saluran sungai dan irigasi program normalisasi," kata Gunawan Widagdo, Senin (7/7/2025)

Kasi Pemerintahan Desa Ngelawak, Karsiman, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, normalisasi saluran air tersier dilakukan untuk menghindari banjir, serta mengairi air ke sawah. Sebab, ada 20 hektare tidak bisa tanam selama tiga musim

“Saluran tersier yang dinormalisasi merupakan jalur penting bagi distribusi air ke sawah-sawah petani di tiga desa. Jika tersumbat, akan berpengaruh pada hasil pertanian. Sudah tiga musim ini tidak bisa tanam” ujarnya.

Salah seorang warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Suparman, menyambut positif program normalisasi ini. Bahkan dia mengaku senang karena selama ini aliran air ke sawahnya sering terhambat. 

“Sudah lama kami menunggu perbaikan ini. Semoga setelah dinormalisasi, panen kami bisa lebih baik,” katanya.

Proses pengerjaan meliputi pengangkatan sedimentasi, pembersihan sampah, dan perbaikan struktur dinding saluran yang rusak. PUPR menargetkan pekerjaan rampung dalam beberapa minggu ke depan sebelum musim tanam dimulai.

Program normalisasi saluran tersier ini diharapkan menjadi langkah awal pemerataan pembangunan infrastruktur irigasi, demi mendukung kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian di Kertosono. (adv)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow