Diduga Depresi Masalah Ekonomi dan Rumah Tangga, Pria di Blitar Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Seorang pria asal Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Dugaannya, karena yang bersangkutan mengalami depresi akibat masalah ekonomi dan rumah tangga.

04 Jul 2025 - 22:39
Diduga Depresi Masalah Ekonomi dan Rumah Tangga, Pria di Blitar Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Petugas saat mengevakuasi jenazah pria asal Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar yang meninggal dunia akibat gantung diri. (Foto:dok/Istimewa)

BLITAR, SJP - Diduga depresi akibat masalah ekonomi dan rumah tangga, seorang pria asal Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Pria berinisial GS (33) pertama kali ditemukan oleh mertuanya bernama Mujiyo (69), dan kondisinya sudah tergantung di dalam rumahnya, pada Jumat (4/7/2025) sekira pukul 08.45 WIB.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi. Setelah mengetahui kejadian tersebut, saksi mata melaporkan kejadian kepada Polsek Kesamben.

"Iya benar, peristiwa ini dilaporkan tadi pagi. Petugas datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi," ucap Ipda Putut Siswahyudi, Jumat (4/7/2025).

Dari hasil keterangan yang didapat, sekira pukul 06.30 WIB, Mujiyo yang merupakan mertua GS berangkat bertani. Saat itu melihat anak menantunya duduk di pintu belakang rumah dan sempat menyapanya.

Lalu, sepulang dari bertani Mujiyo mendatangi rumah GS untuk mengajak sarapan pagi. Namun, kondisi rumah terkunci dan ia membuka jendela rumah GS. Saat itu, Mujiyo melihat menantunya sudah dalam keadaan gantung diri.

"Mujiyo ini langsung memanggil istri GS, dan hal ini dilaporkan ke polisi. Saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, dan saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan bekas luka maupun kekerasan," katanya.

Ipda Putut menambahkan polisi juga menemukan tali tampar kuning sepanjang 120 cm dari tempat gantungan yang digunakan GS untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

"Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi dan langsung dimakamkan di TPU setempat," imbuhnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow