Di Tengah Situasi Tak Kondusif, Ratusan Prajurit Yonif 514 Bondowoso Berangkat Tugas ke Lebanon
Kodim 0822 Bondowoso bersama Forkopimda melepas personel Yonif 514/Sabada Yudha untuk misi perdamaian PBB di Lebanon, dengan pesan kewaspadaan di tengah situasi yang belum kondusif.
BONDOWOSO, SJP - Komando Distrik Militer (Kodim) 0822 Bondowoso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas 237 personel Yonif 514/Sabada Yudha yang akan menjalankan tugas negara dalam misi perdamaian dunia, Sabtu (4/4/2026).
Para prajurit tersebut diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan pra penugasan di Bogor sebelum diterjunkan sebagai bagian dari Satgas TNI Konga 32T di Lebanon.
Keikutsertaan prajurit asal Bondowoso dalam misi internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Pemerintah daerah dan unsur Forkopimda menilai, keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi nyata Kabupaten Bondowoso dalam mendukung peran Indonesia di kancah global, khususnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Namun di balik kebanggaan itu, terselip kewaspadaan tinggi mengingat situasi keamanan di Lebanon yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Karena itu, seluruh prajurit diingatkan untuk tetap disiplin, siaga, serta menjalankan setiap prosedur dengan penuh tanggung jawab selama menjalankan tugas negara.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, menyampaikan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan moril dari pemerintah daerah dan masyarakat kepada para prajurit yang akan bertugas di luar negeri.
“Kami mewakili Forkopimda dan seluruh masyarakat Bondowoso merasa bangga. Ini menjadi bukti bahwa daerah kita memiliki andil dalam penugasan internasional,” ujarnya.
Ia juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Bondowoso agar para prajurit yang diberangkatkan dapat menjalankan tugas dengan baik serta kembali dalam keadaan selamat dan lengkap.
“Kami mohon doa restu, semoga seluruh personel yang berangkat hari ini dapat kembali dalam kondisi sehat walafiat,” katanya.
Terkait kondisi di daerah penugasan, Prawito menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kedisiplinan prajurit. Ia mengingatkan agar seluruh personel selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga kesiapsiagaan selama bertugas.
“Situasi di Lebanon saat ini tidak baik-baik saja. Prajurit harus selalu waspada, disiplin, dan mentaati SOP yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, ia juga berpesan agar para prajurit tidak melupakan aspek spiritual selama menjalankan tugas, dengan senantiasa berdoa agar diberikan keselamatan dan kelancaran.
“Yang paling utama, sertakan Tuhan dalam setiap kegiatan. Mudah-mudahan diberikan kemudahan dan keselamatan selama penugasan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap prajurit TNI telah dibekali kesiapan untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam kondisi berisiko tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Penugasan adalah kebanggaan dan kehormatan bagi prajurit. Dalam kondisi apapun, prajurit siap melaksanakan tugas,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

