Dari Jarum ke Jualan Online, IRT Kelurahan Kapasmadya Baru Dilatih Produksi Baju Siap Pakai
IRT Kelurahan Kapas Madya Baru dilatih menjahit hingga jualan online, membuka peluang baru bagi mereka untuk mandiri dan menambah penghasilan keluarga lewat produk baju ready to wear.
SURABAYA, SJP - Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelurahan Kapasmadya Baru kini tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga mulai menekuni keterampilan menjahit, mulai dari menghasilkan baju siap pakai hingga siap menjualnya secara online.
Melalui program pendampingan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) yang menggandeng V-RA Collection, diharapkan akan menambah keterampilan dan menjadi jalan baru bagi warga berpenghasilan rendah untuk mandiri secara ekonomi.
Owner V-RA Collection sekaligus tutor pelatihan, Novita Rahayu Purwaningsih, mengatakan pelatihan yang berlangsung di Balai RW 4 Jalan Tuwowo, Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari itu dibekali penuh oleh YBM PLN, mulai dari mesin jahit, bahan, hingga alat praktek.
"Disini saya bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan, dari peserta yang belum bisa sama sekali juga diajarin dari nol sampai bisa bikin baju jadi dan siap jualan," kata Novita, Selasa (16/9/2025).
Novita menjelaskan, pelatihan sudah dimulai sejak akhir Agustus dan akan berjalan minimal dua bulan. Pertemuan dilakukan seminggu sekali pada hari Selasa bersama tutor, lalu peserta diberi tugas belajar mandiri di hari Rabu agar tetap memiliki tanggung jawab dan lebih terbiasa.
"Nanti hasil belajar mandiri itu juga dikoreksi lagi di pertemuan berikutnya. Harapannya mereka punya kepercayaan diri, bisa posting produknya di story WA atau IG, dan bilang ‘ini produk saya, saya bikin sendiri, siap melayani kalau ada pesanan’, gitu," ujarnya.
Selain keterampilan menjahit, peserta juga dikenalkan cara foto produk, mengunggah di media sosial, hingga rencana penjualan ke marketplace. Produk yang dibuat difokuskan pada baju siap pakai (ready to wear) seperti kemeja wanita dengan target pasar usia 16–50 tahun.
"Kenapa kita pilih baju siap pakai itu karena pasarnya luas, semua orang butuh pakaian siap pakai ini. Jadi pertimbangannya lebih mudah dijual, tapi tetap marketable," jelas Novita.
Tidak hanya saat pelatihan, Balai RW 4 juga sengaja dibuka setiap hari bagi warga yang ingin menjahit. Mesin jahit dan peralatan bisa digunakan bersama, baik untuk pesanan kelompok maupun pribadi.
Peserta yang ikut telah diseleksi oleh pihak RW berdasarkan minat dan kondisi ekonomi, dan kini total peserta yang ikut pelatihan berjumlah sembilan orang. Kini, kelompok tersebut juga telah memiliki branding dengan nama Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Sartika Dewi.
Salah satu peserta pelatihan, Rohma, mengaku pelatihan yang ia ikuti sangat membantu, meski awalnya cukup sulit karena dirinya benar-benar belajar dari nol.
"Awal-awal memang sulit, karena saya belum pernah pegang mesin jahit sama sekali. Tapi senang sekali bisa dapat pengalaman baru," ujarnya.
Rohma berharap ke depan bisa terus menjahit untuk tambahan ekonomi keluarga, meski masih terkendala modal untuk membeli kain maupun mesin jahit sendiri. Dirinya juga berharap setiap peserta juga bisa mendapatkan mesin jahit di rumah masing-masing agar lebih memudahkan jika mendapatkan pesanan.
"Kalau ada pesanan insyaallah diteruskan. Kalau belum bisa modal sendiri, mungkin ambil jahitan dari konveksi. Harapannya nanti bisa punya mesin jahit di rumah," katanya.
Dengan dukungan YBM PLN dan pendampingan dari V-RA Collection, para IRT Kapasmadya Baru kini memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi melalui keterampilan menjahit dan pemasaran digital. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

