Dalam Rumah Kosong di Jember, ditemukan Bahan Peledak dan Drone Mencurigakan

Penemuan bahan peledak itu berawal dari kecurigaan warga yang mendapati ada salah satu tembok bangunan rumah tampak berlubang. Rumah tersebut diketahui sedang dalam proses pembangunan.

15 Jul 2024 - 19:45
Dalam Rumah Kosong di Jember, ditemukan Bahan Peledak dan Drone Mencurigakan
Masyarakat saat menjabarkan penemuan drone dan bahan peledak.(Ulum/SJP)

Kabupaten Jember, SJP- Bahan kimia beserta drone mencurigakan ditemukan berada di dalam rumah kosong tak berpenghuni di salah satu rumah warga di Jalan Imam Bonjol, RT 04 RW 13 Perumahan Villa Indah Tegal Besar, nomor 12 Blok B12 Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Penemuan bahan peledak itu berawal dari kecurigaan warga yang mendapati ada salah satu tembok bangunan rumah tampak berlubang. Rumah tersebut diketahui sedang dalam proses pembangunan.

Warga bernama Susilo, tetangga pemilik rumah kosong mengatakan, dirinya saat itu bersama seorang tukang yang menggarap rumah tersebut. Tak lama, pemilik rumah atas nama Budi juga datang.

"Kemarin Minggu (14/7) itu saya sama Pak Budi (pemilik rumah kosong) sekitar jam 4 sore mendengar suara dari pintu depan. Kemudian nggak lama Pak Budi keluar dari rumahnya tersebut dan katakan bahwa beliau menemukan bahan kimia berbahaya dan didapati tembok dibelakang itu di jebol," kata Susilo, Senin 15 Juli 2024.

"Setelah saya lihat dan saya pastikan, memang benar itu barang kimia berbahaya, bahan itu ditumpuk jadi satu di kardus bekas minuman. Memang di kardus itu sudah ada tulisan barang kimia berbahaya," sambungnya.

Kemudian, lanjut Susilo, dirinya bersama tukang dan pemilik rumah langsung melapor dan menyerahkan temuan tersebut pada ketua RT setempat.

"Saya bersama Pak Usman (tukang) dan Pak Budi langsung membawa barang tersebut ke rumah pak rt. Setelah itu pak rt langsung melaporkan temuan barang kimia berbahaya tersebut ke Polsek Kaliwates," jelasnya.

Tak hanya bahan kimia dan drone, Susilo mengatakan, juga terdapat wadah senjata dan sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

"Kemudian malam itu dari pihak dari Polsek Kaliwates langsung mengamankan temuan barang kimia berbahaya tersebut. Didalamnya juga ada sepatu PDL, tempat senjata serta ada tas kecil yang berisikan drone beserta remote nya," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Tegal Besar, Thomas Heru Indra membenarkan adanya temuan bahan kimia berbahaya di wilayahnya.

"Jadi awalnya warga itu mendapati ada bagian tembok yang lubang. Rumah itu sendiri sudah kosong tak berpenghuni cukup lama, kata warga sekitar 8 tahunan. Nah saat dilihat dari lubang, di dalamnya ada bahan peledak itu dan drone. Akhirnya kami koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas," ucap Heru pada wartawan.

Dari penemuan bahan peledak sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu sore (14/7/2024) kemarin itu. Dilakukan serangkaian penyelidikan oleh polisi. Rumah itu diketahui milik Budi.

"Saat pemilik rumah dihubungi kemudian dilakukan pengecekan. Pemilik rumah kaget, banyak ditemukan bahan-bahan kimia yang disinyalir untuk membuat peledak. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan," ujar Heru.

"Bahan peledak yang didapati di antaranya, Kalium, Kliseron, Pupuk kristal, satu botol Fixal, Alkohol, Garam jawa (GAJAH), satu kotak Isi seteples, Soda kue, Hidrogen, Sarung sangkur kampak, Sarung sangkur kampak bertuliskan Divisi 9 dan B3 unit, juga ada drone dengan remotenya, serta sepatu PDL ukuran 40," sebutnya.

Lebih lanjut kata Heru, diduga pemilik bahan peledak itu sengaja ditaruh di dalam rumah kosong.

"Kalau kata pemilik rumah, dia mengaku tidak tahu menahu dengan adanya bahan peledak itu. Diduga ada orang yang masuk ke dalam rumah kosong itu, dan menyimpan bahan peledak itu di sana," kata Heru.

"Tapi lebih lanjut, masih dalam proses penyelidikan polisi. Info terakhir ada anggota dari Polda Jawa Timur yang saat ini berada di lokasi untuk penyelidikan," sambungnya.

Terkait penemuan bahan peledak tersebut. Dari pantauan di lokasi rumah tempat ditemukannya bahan peledak. Saat ini banyak anggota polisi yang berada di sekitar lokasi kejadian. 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kaliwates, AKP Joko Sudigdo membenarkan adanya temuan bahan-bahan berbahaya tersebut. Namun pihaknya mengarahkan untuk langsung mengkonfirmasi ke Polres Jember.

"Iya benar temuannya jam 4 kemarin. Tapi langsung konfirmasi Polres Jember saja, soalnya kasusnya ditangani oleh pihak Polres dan Polda Jatim," ujar Joko singkat. (*)

Editor : Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow