Cerita Sang Kapten Detik-Detik Menegangkan KM Bintang Sukses Mandiri 8 Terdampar di Muara Niyama

“Sekitar jam 4 pagi itu, saya tahu-tahu kapal sudah hanyut. Begitu coba start mesin, mesinnya gak mau nyala-nyala, terus kebawa arus,” ungkap Sang Kapten kapal.

29 Aug 2025 - 15:58
Cerita Sang Kapten Detik-Detik Menegangkan KM Bintang Sukses Mandiri 8 Terdampar di Muara Niyama
Proses evakuasi ABK KM Bintang Sukses Mandiri 8 yang terdampar di Pantai Tangkilan, muara sungai Niyama, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Laut selatan kembali menyuguhkan drama menegangkan. Kapal nelayan KM Bintang Sukses Mandiri 8 asal Pekalongan, Jawa Tengah, terdampar dan kandas di Pantai Tangkilan, muara Sungai Niyama, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Tulungagung, pada Jumat (29/8/2025) pagi.

Kapal yang membawa 27 anak buah kapal (ABK) bersama sang nakhoda itu dihantam ganasnya arus setelah mesin kapal gagal menyala.

Sang kapten, Waludin (47) asal Pekalongan, masih mengingat jelas detik-detik genting ketika kapal hilang kendali begitu saja. Pada Jumat (29/8/2025) saat fajar, kapal yang tengah bersandar di teluk Popoh tiba-tiba hanyut.

“Sekitar jam 4 pagi itu, saya tahu-tahu kapal sudah hanyut. Begitu coba start mesin, mesinnya gak mau nyala-nyala, terus kebawa arus,” ungkap Waludin, usai evakuasi, Jumat (29/8/2025).

Sebelumnya, pada Kamis (28/8/2029) kapal nahas ini sempat sandar di Teluk Popoh untuk perbaikan mesin. Namun, nasib berkata lain. Jangkar yang diandalkan untuk menahan kapal dari terpaan ombak tiba-tiba tak rusak.

“Itu kayaknya daun jangkarnya yang putus. Gak ada yang tahu. Tahu-tahu kapal sudah hanyut,” lanjutnya.

Rencananya KM Bintang Sukses Mandiri 8 akan bersiap melaut kembali setelah perbaikan. Kapal tersebut berangkat dari Muara Baru, Jakarta, sejak 20 Maret 2025 dan hanya singgah di Popoh untuk memperbaiki mesin. Rencananya, setelah perbaikan rampung, mereka akan kembali memburu ikan di samudra.

“Sandar di Popoh baru kemarin (Kamis), rencananya habis perbaikan langsung berlayar mencari ikan,” kata sang kapten.

Saat peristiwa terjadi, 27 ABK termasuk Waludin berada di atas kapal. Setelah hanyut terbawa arus, kapal terdampar di Pantai Tangkilan berjarak yang sekitar 3 km dari teluk Popoh.

Beruntung, tak ada satu pun korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja dua ABK dalam kondisi lemas dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan oleh petugas medis dari Puskesmas setempat. Sedangkan satu ABK lain mengalami luka di dahi akibat benturan di kapal.

Evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, personel Pos AL, Polairud, BPBD, Damkar, serta masyarakat sekitar, dengan menggunakan tali. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan dan membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Seluruh ABK berhasil naik ke daratan sekira pukul 09.00 WIB.

“Alhamdulillah, semua selamat,” ujar Waludin.

Namun, keselamatan awak kapal harus dibayar mahal dengan hancurnya kapal yang digunakan mereka dalam mencari nafkah. Tubuh kapal yang sebelumnya gagah kini rusak dihantam gelombang.

“Kondisinya hancur itu, sudah tenggelam. Bagian lambung kiri depan pecah, air masuk ke ruang mesin,” tutur Waludin.

Setelah berhasil dievakuasi seluruh ABK diantarkan ke kantor Syahbandar Popoh. Sementara KM Bintang Sukses Mandiri 8 masih berada di lokasi dengan kondisi kerusakan semakin parah dihantam ombak. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow