Camat Tlogosari Bondowoso Ungkap Penyebab Rendahnya Capaian PBB
Kesadaran masyarakat masih menjadi kendala klasik dalam penagihan PBB. Untuk Kecamatan Tlogosari, Desa Jebung Lor dan Pakisan menjadi desa paling rendah capaian PBB nya dalam tahun 2025 ini.
BONDOWOSO, SJP – Hingga awal bulan Desember 2025, capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bondowoso masih rendah dan terus digenjot.
Dari total baku Rp17,37 miliar, capaian PBB baru menyentuh 71,13 persen. Hal itu diungkap oleh Asisten III Setda Bondowoso Haeriyah Yuliati, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Aula Sabha Bina Praja pada Senin (8/12/2025).
Mantan Pj Sekda Bondowoso ini menyebut, Kecamatan Tlogosari menjadi wilayah dengan capaian terendah, yakni 51 persen dari baku lebih dari Rp1 miliar.
“Capaian baru 71,13 persen. Yang terendah masih Kecamatan Tlogosari dengan 51 persen,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, Camat Tlogosari Rian Hidayat memberikan penjelasan terkait rendahnya capaian PBB-P2 di wilayahnya. Dari sembilan desa, persentase capaian dinilai hampir sama dan selisihnya tipis.
“Capaian rendah itu karena kesadaran masyarakat masih rendah. Pemungut harus banyak turun lapangan untuk meminta data warga yang ruwet ditagih,” tegasnya.
Selain faktor kesadaran, ia mengakui ada penundaan pembayaran oleh penagih karena kendala teknis dan administrasi.
“Saya pernah jadi penagih pajak. Kadang ada masalah ketika uang terlambat masuk. Itu menjadi catatan yang harus dilunasi pada waktu yang ditentukan,” jelasnya.
Rian menyebut pihak kecamatan melakukan investigasi, monitoring, dan evaluasi hampir setiap bulan ke semua desa. Namun kehadiran perangkat desa yang tidak lengkap menjadi hambatan.
“Perangkat desa hampir tidak pernah lengkap. Itu kendala sehingga tidak maksimal menjangkau masyarakat,” katanya.
Rian juga menyoroti banyaknya warga yang belum membayar karena masih memberi janji berulang.
“Sudah 2 hingga 4 kali didatangi, masih janji. Janji panen, tapi panennya gagal,” tuturnya.
Selain itu, warga di beberapa desa seperti Brambang, Pakisan, dan Tlogosari terdampak banjir 2024 dan harus melakukan perbaikan aliran air dan pelengsengan secara swadaya sehingga pajak belum menjadi prioritas.
“Banyak warga sudah swadaya memperbaiki kerusakan. Mereka minta kelonggaran. Bukan pembangkangan, tapi memang ada alasan,” ujarnya.
Meski berbagai kendala masih dihadapi, Rian menegaskan tetap optimistis mengejar target.
“Optimistis harus ada. Ini demi kinerja Bondowoso. Tapi optimisme harus dibarengi usaha dan aksi di tingkat desa. Hasil akhirnya seperti apa, itulah hasil terbaik yang bisa kita raih,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

