Bupati Warsubi Apresiasi Inovasi Pendidikan Al-Aqobah Jombang dengan Metode Montessori

Ia secara khusus menyoroti penerapan metode Montessori di jenjang TK dan SD, yang masih jarang ditemui di Jombang.

24 Jan 2026 - 19:53
Bupati Warsubi Apresiasi Inovasi Pendidikan Al-Aqobah Jombang dengan Metode Montessori
Bupati Jombang Warsubi saat menghadiri acara peresmian program pendidikan baru Ponpes Al Aqobah. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Bupati Jombang, Warsubi, menghadiri sekaligus meresmikan TK-SD Aqobah Islamic Montessori (AIM) dan Aqobah Institute of Business and Islamic Studies (AIBIS) di Kompleks Pondok Pesantren Al-Aqobah, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Sabtu (24/1/2026). 

Peresmian yang dihadiri Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) ini dianggap sebagai langkah strategis mencetak generasi unggul, mandiri, dan berkarakter global.

Acara juga dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, Sekdakab, kepala OPD, tokoh agama, serta Pengasuh Utama Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Al-Aqobah yang terus berinovasi menjawab tantangan zaman. Ia secara khusus menyoroti penerapan metode Montessori di jenjang TK dan SD, yang masih jarang ditemui di Jombang.

"Pendekatan Montessori masih belum banyak diterapkan di Kabupaten Jombang. Kehadiran AIM diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi pengembangan pendidikan yang ramah anak, berorientasi pada potensi, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman," tutur Warsubi.

Ia menilai, perpaduan kurikulum internasional dengan nilai-nilai pesantren merupakan formula tepat untuk membentuk karakter santri di masa depan. Sementara untuk AIBIS, Bupati berharap lembaga ini mampu melahirkan lulusan yang tak hanya mumpuni secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.

"Saya berharap AIBIS mampu melahirkan akademisi dan lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan Islam, sekaligus kemandirian dan kecakapan di bidang bisnis. Dengan bekal tersebut, lulusan siap berkontribusi sebagai pemimpin, entrepreneur, dan agen perubahan di tingkat nasional maupun global," tambahnya.

Warsubi menegaskan, kehadiran lembaga berkualitas ini akan menciptakan iklim kompetisi pendidikan yang sehat di Jombang, sekaligus mendukung upaya menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Menteri Haji dan Umroh, Gus Irfan, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa prinsip Montessori memiliki keselarasan dengan kultur pesantren yang membangun kemandirian.

"Di pesantren seperti Tebuireng, santri diajarkan masak dan nyuci sendiri. Prinsip kemandirian itulah yang juga diusung Montessori. Kami berharap pendekatan ini menghasilkan santri yang lebih berkarakter," ujar Gus Irfan.

Pengasuh Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat, menekankan bahwa pendidikan di lembaga baru ini berfokus pada penanaman karakter melalui keteladanan.

"Karakter itu bukan persoalan keilmuan dan kecerdasan, tapi lebih kepada keteladanan," tegasnya.

KH. Ahmad Junaidi juga menyatakan komitmen Al-Aqobah untuk membangun pendidikan yang sesuai regulasi pemerintah, sekaligus menanamkan fondasi karakter yang kuat bagi masa depan anak. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow