Bupati Tulungagung Resmikan Gerakan Pangan Murah, Tekan Harga Bahan Pokok dan Dukung Produk Lokal

Pemerintah berharap masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengangkat pamor produk unggulan lokal menuju kemandirian dan swasembada pangan di Tulungagung.

06 Aug 2025 - 21:45
Bupati Tulungagung Resmikan Gerakan Pangan Murah, Tekan Harga Bahan Pokok dan Dukung Produk Lokal
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, saat mengunjungi salah satu stand di acara Gerakan Pangan Murah. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, meresmikan Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan setempat, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan yang mengusung tagline “Sinergi Bersama Mendukung Swasembada Pangan” ini diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian, bupati secara simbolis menyerahkan bantuan pangan kepada 10 keluarga dari Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol. 

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dilaksanakannya gerakan pangan murah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung hadir dan memberikan solusi atas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan terhadap pangan dan kebutuhan pokok,” ujar bupati.

Gatut Sunu menegaskan, kegiatan ini tidak hanya mempermudah akses bahan pokok murah, tetapi juga menjadi ajang promosi produk unggulan daerah.

“Ini adalah kegiatan yang baik sekali sehingga bisa menumbuhkan UMKM yang dari Tulungagung. Harapan kami UMKM Tulungagung bisa meningkat, bisa maju seperti harapan kita bersama,” ungkapnya.

Ia optimistis gelaran ini turut membantu menekan harga pangan di pasaran, terutama beras. 

“Dengan kegiatan ini yang sangat positif, akan tahu bahwa ternyata di pameran ini banyak gerai yang menjual produk unggulan dari masing-masing kecamatan. Harapan kami bisa menekan harga-harga yang naik. Dengan harga standar yang sudah disiapkan bersama ini akan meredam inflasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Agus Suswantoro, menjelaskan terdapat 49 stan yang ikut berpartisipasi, meliputi 19 kecamatan, pelaku UMKM, petani binaan, penyedia pupuk, hingga alat pertanian.

“Ada yang beras, memang bahan pokok ada subsidinya. Seperti beras SPHP kita jual di sini Rp12 ribu per kilogram, padahal di luar sudah Rp15 ribu. Tidak ada subsidi, tapi kita jual sesuai HET,” jelas Agus.

Menurutnya, beras menjadi komoditas yang paling berpotensi mengalami kenaikan harga. Untuk mengantisipasi, pihaknya telah menggulirkan bantuan beras SPHP yang juga akan dijual di pasar-pasar dengan harga sesuai ketentuan.

Agus menambahkan, perputaran uang dari kegiatan ini diperkirakan bisa mencapai Rp200 juta selama empat hari pelaksanaan, 6 hingga 9 Agustus 2025.

Acara ini dihadiri para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tulungagung, Ketua TP PKK beserta jajaran, Kepala Desa Wonorejo, serta tamu undangan lainnya.

Dengan adanya gerakan pangan murah, pemerintah berharap masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengangkat pamor produk unggulan lokal menuju kemandirian dan swasembada pangan di Tulungagung. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow